ARAH KITA | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE

Berwisata Mangrove di Desa Petaling

Selasa , 03 Desember 2019 | 21:55
Berwisata Mangrove di Desa Petaling
Foto: Dok Dinas Pariwisata Kabupaten Belitung

ARAHDESTINASI.COM: Wisata mangrove selalu memiliki daya tarik tersendiri. Apalagi jika kawasan mangrove yang ada sudah berwisata dikelola dengan baik. Jika ke Belitung, jangan lupa mampir ke Desa Petaling, Kecamatan Selat Nasik yang memiliki kawasan mangrove luas dan sudah tertata, lengkap dengan fasilitas.

IMG-20191130-WA0002

Desa nasional yang jadi bagian pembinaan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi itu, kini banyak dikunjungi wisatawan. Hutan bakau di Desa Petaling sudah dilengkapi dengan titian jembatan panjang dan cukup lebar, sehingga wisatawan bisa berjalan dengan nyaman sembari menikmati keindahan mangrove.

Di tengah jembatan kayu ada semacam rumah pohon yang bisa dimanfaatkan untuk melakukan pengamatan dari ketinggian, sekaligus menjadi spot foto cantik. Banyak wisatawan yang memanfaatkan rumah pohon untuk mendapatkan foto instagramable. Selain itu, banyak yang berpose duduk memanjang di jembatan untuk menghasilkan foto yang terlihat luar biasa.

IMG-20191130-WA0004

Hutan mangrove di Desa Petaling juga bisa dinikmati dengan menggunakan kapal nelayan. Penduduk setempat akan memandu, melewati perairan payau, sedikit ke laut, dan melintasi pepohonan bakau.

Selama ini, Kecamatan Selat Nasik memang dikenal memiliki hutan mangrove yang masih asri. Hutan mangrove itu tersebar di tiga desa, yaitu Desa Selat Nasik, Desa Petaling dan Desa Suak Gual.

Desa Petaling saat ini menjadi desa wisata yang banyak didatangi wisatawan. Masyarakat desa berhasil mempercantik dan membangun fasilitas-fasilitas penunjang kebutuhan dan daya tarik wisata. Di desa itu juga sudah ada homestay.

Akses
Petaling merupakan salah satu desa di Kecamatan Selat Nasik di Pulau Mendanau, Kabupaten Belitung. Sesuai dengan nama lokasinya, untuk mencapai desa itu memang harus mengkombinasikan jalan darat dan laut.

Dari Tanjung Pandan, perjalanan dimulai dengan menggunakan kendaraan ke Desa Pegantungan, Kecamatan Badau. Waktu tempuhnya sekitar 40 menit. Di desa itu ada pelabuhan penyeberangan ke Pulau Mendanau, dengan tarif sekitar 20 ribu perorang. Namun, ada jadwal tersendiri untuk menyeberang ke pulang pergi ke Pulau Mendanau. Jika tiba tidak sesuai jadwal, bisa menyewa perahu nelayan. (*)

KOMENTAR