Loading
Foto: satuharapan.com (wikipedia.org)
ARAHDESTINASI.COM: Kabupaten Belitung punya tarsius, binatang khas yang kepalanya bisa berputar 180 derajat, dengan mata bulat besar. Binatang itu, kini menjadi ikon Kabupaten Belitung.
Jika datang ke kabupaten yang kaya potensi keindahan pantai, laut, dengan bebatuan granit yang luar biasa itu, jangan lupa menengok dan mengenal tarsius. Pahami hewan primata kecil itu dengan cara mengikuti aktivitas pengamatan di malam hari.
Aktivitas pengamatan tarsius bisa dilakukan di Bukit Peramun. Ketua Komunitas Arsel Adie Darmawan yang mengelola Bukit Peramun, mengatakan minat wisatawan terhadap kegiatan ini cukup besar, terutama turis asing.
Pengamatan, terang Adie, dilakukan dengan pendekatan konservasi. Itu sebabnya, pelaksanaannya dibatasi, hanya 3 kali dalam satu minggu. “Di Bukit Peramun kami petakan menjadi 4 zona untuk wisatawan berinteraksi dengan tarsius. Tarsius bisa didekati hingga jarak 1 meter,” tuturnya.
Karena tarsius hewan malam, maka pengamatan pun dilakukan pada malam hari, mulai pukul 18.30 hingga 21.00 dengan biaya Rp100.000/orang.
Sembari melakukan pengamatan, wisatawan diberi pengetahuan tentang tarsius dan pentingnya penyelamatan fauna yang termasuk langka itu.
“Tarsius harus diberi ruang untuk berkembang agar jumlahnya bisa terus bertambah. Kami bersyukur, di Bukit Peramun, setiap 9-10 bulan selalu menemukan trasius melahirkan. Perkembangannya bagus, tahun ini ada 6 yang melahirkan,” papar Adie.
Tertarik melakukan paket pengamatan tarsius? Bisa menghubungi Bukit Peramun Belitong di nomor 081929505291. (*)
sitaro.wordpress.com
FAKTA TARSIUS1. Di Belitung tarsius kerap disebut monyet hantu kecil.2. 3Tarsius beraktivitas di malam hari.3. Kepala tarsius bisa berputar 180 derajat4. Hewan malam ini memiliki wilayah kekuasaan yang dibagi berdasarkan kerapatan makanan, jangkrik dan jenis serangga lainnya.5. Tarsius ada di Belitung, Sulawesi, dan Filipina hanya saja memiliki ciri fisik dan kebiasaan berbeda.6. Tarsius Belitung suka cahaya7. Tarsius di Filipina hidup berdasarkan keluarga inti yang terdiri dari pasangan dan anak-anak, sedangkan tarsius Belitung hanya hidup bersama pasangan.8. Pada usia enam bulan anak tarsius Belitung disapih untuk hidup mandiri membuat teritori baru.9. Batasan teritori ditandai dengan air kencing yang baunya mirip jeruk busuk dan amoniak.10. Tarsius Sulawesi hidup di lubang pepohonan.11. Tarsius Belitung hidup di bawah kanopi daun.12. Tarsius Sulawesi mengeluarkan suara, pimpinan mereka memberi aba-aba dengan suara.13. Tarsius Belitung tidak bersuara tetapi menggunakan ultrasonik. Tandanya dengan menggerak- kan telinga.14. Pelanggaran batasan teritori akan diserang menggunakan ultrasonik hingga bisa menye- babkan kematian tarsius yang melanggar batas wilayah.15. Tarsius Belitung lebih besar dibandingkan tarsius Sulawesi. Besar kepala dan badan lebih proporsional.