ARAH KITA | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE
Kemendes

Dynand Fariz Pergi Meninggalkan Karya Mendunia

Rabu , 17 April 2019 | 23:45
Dynand Fariz Pergi Meninggalkan Karya Mendunia
Foto: myberita.co

ARAHDESTINASI.COM: Beberapa tahun lalu, nama Jember belum terlalu dikenal di jagat pariwisata Indonesia. Namun, sejak ada Jember Fashion Carnival (JFC) yang digagas Dynand Fariz, nama Jember menggema bukan hanya di Indonesia, tetapi juga mancanegara.

Perhelatan JFC yang dimulai dari karnaval untuk merayakan Kemerdekaan Indonesia itu, dari tahun ke tahun kian membesar hingga berhasil meraih peringkat empat dunia untuk kategori karnaval terunik dan terheboh setelah Mardi Gras (Amerika Serikat), Rio De Jeneiro (Brazil), dan The Fastnacht (Koln, Jerman).

Dynand Fariz, pendiri dan Presiden JFC. Putra daerah yang berhasil mengangkat nama Jember dan Indonesia di tingkat dunia itu, pagi tadi 04.00 (17/4) meninggal dunia dalam usia 55 tahun.

"Mas Dynand Fariz masuk rumah sakit pada Minggu (14/4) sore karena mengeluhkan ada gangguan di saluran pernapasan, namun kondisinya saat itu baik-baik saja dan berangkat sendiri ke rumah sakit," kata keponakan Dynand Fariz, Hamda Arif di rumah duka di Jalan Letjen Suprapto Jember, Jawa Timur seperti dikutip Antara.

Pihak keluarga menurut Hamda, tidak pernah mendengar Dynand mengeluh sakit karena kesibukannya yang cukup padat menjadi staf ahli Menteri Pariwisata dan konsultan karnaval di DKI Jakarta, serta Ketua Asosiasi Karnaval Republik Indonesia (AKARI).

"Sebenarnya kami terkejut saat mendapat kabar mas Dynand Fariz meninggal dunia karena saat di rumah sakit sempat melakukan rapat-rapat kecil untuk persiapan JFC tahun ini," tuturnya.

Selama sakit, lanjut dia, pembicaraan pamannya tidak jauh-jauh dari persiapan JFC ke-18 karena semuanya diminta untuk melakukan persiapan secara optimal untuk menggelar even karnaval tahunan di Kabupaten Jember.

Sebelum meninggal, Dynand Fariz meminta kakaknya untuk membersihkan tubuhnya karena ingin terlihat rapi dan bersih, bahkan ingin menyalurkan hak pilihnya ketika ada TPS yang keliling di rumah sakit setempat.

"Mas Dynand masih ingin menyalurkan hak suaranya pada pemilu serentak ini, namun beliau menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Jember Klinik," katanya.

Dynand Fariz merupakan anak ke-8 dari 11 bersaudara dari pasangan almarhum Tirto Sutowo dan Ahyani. Presiden JFC tersebut dimakamkan di tempat pemakaman umum Garahan di Kecamatan Silo karena pihak keluarga ingin memakamkan dekat dengan kedua orang tuanya.

Wakil Bupati Jember A. Muqit Arief mengatakan Pemerintah Kabupaten Jember kehilangan putra daerah terbaiknya dan almarhum Dynand cukup dekat dengannya karena sama-sama warga Kecamatan Silo.

"Almarhum memiliki talenta yang luar biasa, pekerja keras, telaten dan tidak mudah menyerah. Hal itu dibuktikan bahwa JFC yang mendunia dan merupakan event terbaik keempat di dunia karnaval," katanya. (*)

KOMENTAR