ARAH KITA | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE

Meski Terbatuk-Batuk, Bromo Masih Aman Dikunjungi

Rabu , 20 Maret 2019 | 23:16
Meski Terbatuk-Batuk, Bromo Masih Aman Dikunjungi
Foto: Dok BNPB
POPULER

ARAHDESTINASI.COM: Landscape Bromo memang cantik. Saat tenang keindahannya menawan, ketika batuk pun masih mempesona, mesti muncul rasa takut.

Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulanga Bencana (BNPB), menginformasikan hampir setiap hari Gunung Bromo mengalami erupsi secara fluktuatif. Namun aktivitas vulkanik belum membahayakan. Erupsi yang terjadi hanya menyemburkan abu vulkanik dan pasir. Bukan kerikil atau lava pijar yang disemburkan dari kawah Gunung Bromo.

Kepala Pusat Data dan Informasi Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menginformasikan, pada 19/3/2019 pukul 06.00 - 12.00 WIB terjadi 5 kali letusan Gunung Bromo. Asap kawah bertekanan sedang hingga kuat teramati berwarna kelabu dan hitam dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 900 - 1.500 meter dari puncak kawah. Letusan itu menyebabkan hujan abu di Pos Pengamatan Gunung Bromo, disertai suara gemuruh dan dentuman dari kawah.

Sebelumnya pada Senin (18/3/2019) pukul 00.00 hingga 24.00 WIB, terjadi 28 kali letusan dengan amplituda 25 - 34 mm selama 17 - 889 detik. Tremor menerus amplitudo 0,5 - 30 mm, dominan 2 mm. Tinggi kolom abu vulkanik berkisar 500 hingga 1.500 meter. Asap kawah bertekanan lemah, sedang hingga kuat. Berwarna putih, kelabu dan hitam dengan intensitas tipis, sedang hingga tebal.

Meski hampir setiap hari erupsi, status Gunung Bromo tetap Waspada (level II). Masyarakat di sekitar G. Bromo dan pengujung/wisatawan/pendaki tidak diperbolehkan memasuki kawasan dalam radius 1 km dari kawah aktif Bromo. Masyarakat dan pengunjung juga diimbau menggunakan masker dan kacamata untuk menghindari abu vulkanik.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terus melakukan pemantauan aktivitas vulkanik. BPBD sekitar Gunung Bromo, seperti BPBD Kabupaten Malang, BPBD Pasuruan, BPBD Lumajang, dan BPBD Probolinggo melakukan langkah-langkah antisipasi jika ada peningkatan status. BPBD membagikan masker kepada pengunjung.

Aktivitas wisata di Gunung Bromo diinformasikan masih berjalan normal. Sebaran abu vulkanik belum mengganggu jalur penerbangan sehingga Bandara Abdul Rachman Saleh Malang tetap beroperasi normal. Masyarakat tidak perlu takut dengan ada erupsi Gunung Bromo.

Masyarakat mau pun wisatawan justru dapat menikmati erupsi yang tidak ditemukan di semua gunung. Di balik erupsi sesungguhnya banyak berkah yang ada. Apalagi kemarin terjadi aliran permukaan menyerupai sungai yang melintas Lautan Pasir Bromo.

Hujan yang turun di sebelah barat dari puncak Gunung Bromo di daerah Pasuruan kemudian mengalir ke melintasi Lautan Pasir di kawasan Gunung Bromo hingga meresap di ke dalam Lautan Pasir Bromo.

“Jadi, wisata di Gunung Bromo tetap aman. Jangan takut atau khawatir dengan adanya erupsi. Bromo tetap menawan dan menyimpan penuh kenangan,” papar Sutopo dalam keterangannya. (*)

KOMENTAR