ARAH KITA | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE
Kemendes

4 Wisatawan River Tubing, Meninggal Terseret Banjir Bandang

Kamis , 14 Maret 2019 | 00:32
4 Wisatawan River Tubing, Meninggal Terseret Banjir Bandang
Foto ilustrasi: nakarasido.com

ARAHDESTINASI.COM: Empat wisatawan peserta wisata tubing meninggal dunia karena terseret banjir badang di Kali Gono, Tampir Wetan, Candimulyo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, kemarin.

Korban meninggal adalah Jully (42) beralamat di Kalideres, Jakarta Barat, Tantri Ariestiawati (50) warga Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sicilia Mantjoeng (47) warga Manggarai Selatan, Jakarta Selatan, dan Hanizah (65) warga negara Malaysia.

Dalam siaran pers yang dilansir Asosiasi Pelaku Pariwisata, dijelaskan bahwa korban bersama rekan-rekannya berwisata tubing usai mengikuti kegiatan Jogja Istimewa Travel Exchange (JITEX) 10-12 Maret 2019 yang diselenggarakan asosiasi tersebut. Lima belas peserta memperpanjang masa tinggal di Yogyakarta dan mengikuti wisata River Tubing Little Ubud di Magelang, Jawa Tengah.

Aktivitas river tubing itu dimulai pukul 14.00, dan tiba-tiba terjadi banjir badang. 11 orang berhasil diselamatkan, namun 4 korban lainnya meninggal dunia. Jasad telah ditemukan dan dibawa RSU Muntilan, Magelang.

Jame Hungga Matalu, salah satu peserta yang selamat melalui WA Group IATTA bercerita, saat melakukan river tubing pada pukul 14.00, tidak ada tanda-tanda akan terjadi banjir badang. Lokasi tempat aktivitas dilakukan pun cerah.

Semua berjalan lancar. Sepuluh menit menjelang finish, mereka berhenti di bendungan yang menjadi spot foto. Saat itulah tiba-tiba datang banjir bandang. Pemandu wisata sempat memperingatkan peserta, dan sebagian berhasil menyelamatkan diri, namun sebagian lagi terjebak, terbawa gulungan arus.

“Kami tidak bisa berbuat apa-apa karena air datang sangat cepat, arus kencang membawa batang-batang kayu. Kami mencoba menyusuri sungai, ada sebagian yang berhasil diselamatkan oleh pemandu, sebagian lagi berhasil menyelamatkan diri sendiri. Namun empat teman kami tak terselamatkan.”

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Magelang Edy Susanto, seperti dikutip Antara, mengatakan, sekitar pukul 16.30 WIB, 4 orang korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan 2 orang luka-luka di Start point Arung Jeram Pare Blondo, sekitar 1 kilometer dari lokasi terjadinya banjir. Korban meninggal langsung dibawa ke RSU Muntilan, sedangkan korban Luka dibawa ke RST Magelang. (*)

Editor : Aurora
KOMENTAR