ARAH KITA | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE
Kemendes

Indonesia Belum Menjadi Surga Belanja

Selasa , 18 September 2018 | 22:21
Indonesia Belum Menjadi Surga Belanja
Foto: pixabay.com
POPULER

ARAHDESTINASI.COM: Indonesia belum menjadi surga belanja bagi wisatawan mancanegara (wisman) karena masih terkendala teknologi dan regulasi, di antaranya penerapan tax refund. “Saya mengusulkan agar memperbanyak factory outlet yang didekatkan dengan kemudahan fasilitas pelayanan tax refund claim,” ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam jumpa pers Wonderful Indonesia Culinary and Shopping Festival (WICSF) 2018 di Jakarta.

Menpar lantas menunjukan perbandingan dengan Singapura yang menerapkan kemudahan claim untuk tax refund sebesar Rp1 juta per kwitansi, sedangkan di Indonesia sebesar Rp 5 juta/kwitansi.

Sebagai informasi, rata-rata pengeluaran wisman selama berkunjung di Indonesia sebesar US$ 1.100/orang, sedangkan untuk wisatawan nusantara sebesar Rp 800.000/orang per kunjungan. Dari pengeluaran itu, sekitar 30% hingga 40% digunakan untuk membeli makanan dan belanja oleh-oleh.

Arief Yahya mengatakan, wisatawan mengeluarkan 30-40% dari total pengeluaran mereka untuk wisata kuliner dan belanja. “Wisata kuliner memberikan kontribusi tertinggi bagi PDB, yaitu 42%. Kedua, fashion 18% dan ketiga kriya 15% yang masuk dalam kategori Belanja,” ujar Menpar yang saat itu didampingi Ketua Umum DPP Asosiasi Pengelola Pusat Perbelanjaan Indonesia Stefanus Ridwan dan Ketua Tim Percepatan Wisata Kuliner dan Belanja Kemenpar Vita Datau Messakh.

Wonderful Indonesia Culinary & Shopping Festival (WICSF) merupakan acara tahunan yang sudah memasuki tahun ke-3. Tahun ini berlangsung satu bulan penuh dari tanggal 27 September hingga 27 Oktober 2018.

WICSF 2018 masuk dalam 100 Calender of Event Kementerian Pariwisata 2018. Pusat perbelanja (mal) yang ikut berpartisipasi pada event WICSF terus meningkat. Tahun 2016 sebanyak 85 mal, tahun berikutnya (2017) 104 mal, tahun ini sebanyak 150 mall dengan nilai traksaksi yang dihasilkan diproyeksikan sebesar Rp 250 triliun. Total Transaksi WICSF tahun 2016 meningkat 40%, tahun 2017 meningkat 60%, dan target 2018 meningkat 80%. (*)

 

KOMENTAR