ARAH KITA | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE

Kemenpar Evaluasi 169 Negara Penerima Bebas Visa Kunjungan

Selasa , 11 September 2018 | 19:51
Kemenpar Evaluasi 169 Negara Penerima Bebas Visa Kunjungan
Foto: pixabay.com
POPULER

ARAHDESTINASI.COM: Kementerian Pariwisata (Kemenpar) melakukan evalusi terhadap efektivitas bebas visa kunjungan yang diberikan kepada 169 negara. Dari hasil evaluasi tersebut, ditemukan 49 negara yang kenaikan nominal kunjungan ke Indonesia sangat rendah, di bawah 100 orang.

“Berdasarkan hasil evaluasi itu, Kemenpar mengusulkan agar pemberian bebas visa kunjungan yang selama ini sudah dilakukan dipertimbangkan kembali. Ke-49 negara yang diusulkan di luar Kemenpar itu, kenaikkan tingkat kunjungannya tidak mencapai 100,” terang Vincentius Djemadu, Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Regional I, Kementerian Pariwisata saat berbincang dengan wartawan di acara Sosialisasi Promosi Pariwisata Mancanegara pada Media Nasional di Bali, belum lama ini.

Diwawancara terpisah, Kepala Biro Komunikasi Publik Kemenpar Guntur Sakti menjelaskan, Kemenpar sudah melakukan evaluasi terhadap 169 negara yang selama ini mendapat fasilitas bebas visa kunjungan. Dari hasil evaluasi tersebut ada 49 negara yang ternyata kenaikan kunjungannya rendah, di bawah 100 orang pertahun.

Berdasarkan evaluasi tersebut, Kemenpar mengirimkan rekomendasi, dalam hal ini pada Kementerian Hukum dan HAM serta DPR untuk mencabut fasilitas bebas visa kunjungan dan mengganti dengan kemudahan berbentuk visa on arrival. “Dari 49 negara itu, antara lain ada Aljazair, Albania, Armenia, Samoa, dan sebagainya. Nama-nama negaranya memang kurang begitu populer,” papar Guntur.

Guntur menambahkan, sejak memperbanyak bebas visa kunjungan dari 15 negara pada 2014 menjadi 169 negara, terjadi kenaikan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) hingga 20%. Kenaikan itu sesuai dengan persentase yang disebutkan World Tourism Organization dan World Travel and Tourism Council yang menyebutkan bahwa negara-negara yang menerapkan bebas visa kunjungan, rata-rata mengalami kenaikkan jumlah wisatawan antara 5% hingga 25%. “Kita sudah berada di kisaran tersebut, dengan top lima besar negara dengan kenaikkan tertinggi, yaitu Mesir, Bahrain, India, Inggris, dan Arab Saudi,” ujar Guntur.

Dia menambahkan, sejak memperbanyak pemberlakuan bebas visa kunjungan, indeks daya saing Indonesia di pariwisata global juga mengalami kenaikan dalam hal indikator negara yang sangat terbuka.

Pada 214 Indonesia memberikan fasilitas bebas visa kunjungan pada 15 negara. Pada 2015 pemberian bebas visa kunjungan dua kali ditambahkan, pertama 30 negara hingga menjadi 45 negara, dan kemudian ditambah lagi 45 negara menjadi 90 negara. Pada 2016 total negara yang memperoleh bebas visa kunjungan menjadi 169 negara.

“Kita banyak belajar dari negara-negara tetangga. Ketika Indonessia masih memberikan bebas visa kunjungan pada 15 negara, Singapura sudah menerapkan 155 negara, Malaysia 163 negara, juga negara-negara lain seperti Thailand. Sejak 2015 kita melakukan langkah yang sama, dan seiring perjalanan waktu dilakukan evaluasi. Kemenpar telah melakukan evaluasi dan memberikan rekomendasi seperti yang sudah dijelaskan,” pungkas Guntur. (*)

 

KOMENTAR