ARAH KITA | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE
Kemendes

Sail Moyo Tambora Kesempatan Branding Sumbawa

Minggu , 09 September 2018 | 19:13
Sail Moyo Tambora Kesempatan Branding Sumbawa
Foto: Dok Kemendes PDTT
POPULER

ARAHDESTINASI.COM: Sail Moyo Tambora menjadi momentum besar untuk mengangkat Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk lepas dari daerah tertinggal. Event itu secara tidak langsung akan memperkenalkan keindahan alam Sumbawa yang tak hanya menarik perhatian wisatawan lokal, namun juga wisatawan asing.

“ Momen tersebut kesempatan untuk membranding Sumbawa. Biasanya, wisatawan dari Lombok langsung ke NTT, melewatkan Sumbawa. Padahal Sumbawa tidak kalah indah,” ujar Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Dirjen PDT Kemendes PDTT) Samsul Widodo.

Sebagian besar pengunjung Sail Moyo Tambora yang hadir, lkata Samsul, belum mengetahui Sumbawa. Sail Moyo Tambora akan menjadi ajang besar dalam mempromosikan keindahan pariwisata alam Sumbawa. “Banyak yang tidak mengenal Sumbawa. Kalaupun tahu mereka tidak pernah ke sini. Jadi ini adalah ajang untuk memperkenalkan Sumbawa. Momen ini menjadi sangat penting untuk tindak lanjut ke depan," ujarnya.

Terkait pengembangan Pariwisata desa-desa di Sumbawa, Samsul mengatakan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi akan membantu mempromosikan secara online dan melalui kerjasama dengan travel-travel pariwisata.

"Kami mengumpulkan travel-travel pariwisata dan mereka kita ajak agar bagaimana memperkenalkan pariwisata di daerah tertinggal. Memang belum masif, tapi kami akan terus lakukan," ungkapnya.

Kabupaten Sumbawa merupakan salah satu dari 8 kabupaten tertinggal di Nusa Tenggara Barat selain Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Dompu, Bima, Sumbawa Barat, dan Lombok Utara. Menurut Samsul, selain sektor wisata, Kabupaten Sumbawa memiliki ragam produk yang bisa dikembangkan menjadi produk unggulan daerah.

"Sebenarnya Sumbawa punya beberapa komoditas unggulan, ada jagung, sapi, ikan laut, buah-buahan. Kami mencoba bagaimana memasarkan komoditas unggulan ini langsung ke kota-kota besr seperti Jakarta atau Denpasar. Setelah kegiatan ini kita akan rapat dengan Pemerintah Daerah untuk membahas tidak lanjutnya.” (*)

 

KOMENTAR