ARAH KITA | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE

Ini Kronologis Terbakarnya Savana Bromo

Selasa , 04 September 2018 | 14:36
Ini Kronologis Terbakarnya Savana Bromo
Foto: Dok Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
POPULER

ARAHDESTINASI.COM: Kebakaran savana Bromo bukan kali pertama terjadi. Tahun lalu (2017), kebakaran terjadi di bulan yang sama, menghanguskan sekitar 30 hektare padang rumput dan pepohonan. Tahun ini (2018) kembali terjadi, menghanguskan sekitar 65 hektare padang rumput, pohon cemara, padang edelweiss, dan jenis pepohonan lainnya.

Penyebab kebakaran yang terjadi Sabtu (1/9), diduga karena  kelalaian masyarakat yang menyalakan api untuk menghangatkan badan. “Titik awal api bukan berasal dari jalur pendakian. Berdasarkan pemantauan, Senin siang semua api sudah padam, tapi kami tetap waspada,” terang Sarmin, kepala seksi Pengelolaan Wisata Wilayah 1 Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Berikut kronologis kebakaran savana Bromo seperti yang dilaporkan pada Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wiratno.

1. Titik api mulai diketahui Sabtu (1/9) pukul 09.45 di Blok Plentongan (Resort Tengger Laut Pasir Seksi PTN I berbatasan dengan Resort Coban Trisula Seksi PTN II ). Kobaran api berhasil dipadamkan Senin (3/9).

2. Begitu diketahui ada titik api, seperti laporan yang diberikan pada langsung dilakukan mobilisasi quick respon antara petugas Resort Coban Trisula (RCT), SPTN II dan Resort Tengger Laut Pasir (TLP), SPTN I dengan menerjunkan 15 personel pd pukul 09.55. Langkah awal dilakukan upaya pendahuluan melokalisir penyebaran api.

3. Upaya pendahuluan melokalisir penyebaran api ternyata tidak cukup, akhirnya pada pukul 10.30, tim terdiri dari personel RCT, TLP, Mitra, MMP/MPA, Polsek Poncokusumo & warga sbnyak 83 orang melakukan upaya pemadaman dengan 5 unit mobil, damkar, dan berbagai peralatan lain.

4. Lokasi kebakaran hutan 45-60 derajat berupa 85% savanna (seresah alang2, verbena, adasan) dengan ketebalan 85-150 cm. Di lokasi lain cemara gunung dan akasia (15%).

5. Upaya pemadaman yg dilakukan secara kontinyu berlangsung sampai dengan 17.15 dengan tetap memperhatikan faktor alam/angin kencang dan topografi lapangan yg curam, serta keselamatan para petugas pemadam.

6. Sampai pukul 19.18, dihari pertama, api belum dpt dipadamkan. Kondisi angin menyebabkan api merambat mengikuti pergerakan angin kearah Gunung Watangan dan Jemplang.

7. Kondisi malam hari tim hanya melakukan pemantauan sambil melakukan upaya maksimal agar penyebaran api tidak mengarah ke Bantengan dan Blok Acasia.

8. Pada hari pertama pemantauan kebakaran dilakukan pada dua titik:
    - Blok Watugede dan Kaki Jenggot (Teletubies) 1 tim (9 org TLP)
    - Blok Jemplang dan Jln turun ke Laut Pasir 1 tim RCT (8 orng + mitra/MPA).

9. Melakukan upaya koordinasi untuk melakukan pemadaman pada hari berikutnya dengan mengerahkan 100 tenaga bantuan dari (Desa Ngadas, Personil TNBTS, MPA, MMP, Mitra dan TNI/Polri) dengan tambahan alat pemadam (kepyok, jetshooter, garu dan diesel penyemprot air)

10. Pada hari kedua TNBTS mendapat atensi dari Wakapolres Malang Yhogi Setiadi dengan membolisasi kekuatan Polres Makang sebanyak 100 Personel yang tiba dilokasi pada pukul 06.00, sehingga total kekuatan personel 320 orang

11.Sekitar pukul 12.30 Api yang menjalar sekitar savana sudah berhasil dipadamkan. Pukul 13.00 secara tidak terduga terjadi tiupan angin kencang di lembah sekitar Watu Gede yang menyebabkan api loncat menuju tebingan bantengan, sehingga terjadi penyebaran api. Namun sekitar pukul 15.30 api bisa di lokalisir dan tidak menyebar.

12. Sampai pukul 20 masih dilakukan pemantauan mengingat lokasi Lereng Watangan masih terlihat kepulan asap yang tidak bisa dijangkau oleh petugas karena kecuraman lereng.

13. Pukul 21.00, api sudah tidak terlihat di lereng Gunung Watangan, sehingga tim memutuskan untuk kembali, namun demikian tetap ditugaskan tim sebanyak 10 orang terdiri dari petugas TNBTS, Polri, TNI dan masyarakat untuk pemantauan lokasi yang dipusatkan di Jemplang Resort Coban Trisula sebagai Posko Dalkarhut wilayah Malang.

14. Hari ketiga (3/9) siang, dipastikan api sudah seluruhnya padam, namun petugas tetap Waspada. (*)

 

 

KOMENTAR