ARAH KITA | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE

Pemerintah Umumkan 19 Negara yang Warganya Boleh Masuk Bali dan Kepri

Rabu , 13 Oktober 2021 | 23:54
Pemerintah Umumkan 19 Negara yang Warganya Boleh Masuk Bali dan Kepri
Foto ilustrasi: Olga Ozik from Pixabay
POPULER

ARAHDESTINASI.COM: Pemerintah Indonesia mengizinkan wisatawan mancanegara (wisman) dari 19 negara melakukan perjalanan wisata ke Bali dan Kepulauan Riau.

"Sesuai arahan Presiden, kami memberikan izin 19 negara untuk bisa melakukan perjalanan ke Bali dan Kepulauan Riau," ujar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan lewat keterangan tertulis, Rabu (13/10).

Ke-19 negara tersebut adalah Arab Saudi, United Emirat Arab, Selandia Baru, Kuwait, Bahrain, Qatar, Cina, India, Jepang, Korea Selatan, Liechtenstein, Italia, Prancis, Portugal, Spanyol, Swedia, Polandia, Hungaria, dan Norwegia.

Luhut menjelaskan, keputusan membolehkan kunjungan wisman dari 19 negara ke Bali dan kepulauan Riau diambil dalam rapat koordinasi dengan sejumlah pertimbangan, di antaranya hanya berlaku untuk penerbangan khusus ke Bali dan Kepri.

Selain itu, negara-negara tersebut, katanya, dipilih sesuai standar Badan Kesehatan Dunia (WHO) karena angka kasus terkonfirmasi COVID-19-nya berada pada level 1 dan 2, dengan angka positivity rate yang rendah.

Pelaku perjalanan dari 19 negara tersebut diharuskan memenuhi sejumlah seperti melampirkan bukti sudah melakukan vaksinasi lengkap dengan waktu minimal 14 hari sebelum keberangkatan yang dibuat dalam Bahasa Inggris, serta memiliki hasil RT-PCR negatif dalam kurun waktu 3x24 jam.

Selain itu, pelaku perjalanan diwajibkan mengikuti karantina selama 5 hari. Keharusan karantina ini berlaku untuk semua pelaku perjalanan dari luar negeri.

Terkait dengan karantina di Bali dan Kepri, wisatawan mancanegara yang masuk Indonesia tidak diperbolehkan keluar dari kamar/private villa/kapal sampai masa karantina berakhir dan akan dilakukan pemeriksaan PCR lagi pada hari ke-4 karantina.

“Semua biaya karantina ditanggung mandiri. Karena itu sebelum masuk, mereka harus bisa menunjukkan bukti telah memesan hotel, villa, kapal atau jenis akomodasi lain,” ujarnya.

Selain itu, wisman yang datang harus memiliki asuransi dengan jumlah tanggungan minimal Rp1 miliar. (*)

KOMENTAR