ARAH KITA | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE

Kemenparekraf Siapkan Aplikasi Pendataan untuk Salurkan Bantuan

Senin , 02 Agustus 2021 | 19:53
Kemenparekraf Siapkan Aplikasi Pendataan untuk Salurkan Bantuan
Foto: tangkapan layar Weekly Press Briefing

ARAHDESTINASI.COM: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) tengah memersiapkan aplikasi untuk memudahkan pendataan untuk menyalurkan bantuan di sektor usaha pariwisata dan ekonomi kreatif.

Pendataan lewat aplikasi tersebut menurut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, bukan hanya mencakup Jawa dan Bali, tetapi juga ddestinasi pariwisata superprioritas, dan daerah-daerah yang perolehan pajak hotel dan restorannya mencapai 15 persen dari total PAD tahun anggaran 2020.

“Pendataan juga dilakukan untuk daerah-daerah yang masul dalam 100 calender of event atau 100 karisma Event Nusantara,” ujar Sandiaga dalam Weekly Press Briefing, Senin (2/8) yang dilakukan secara daring.

Pada kesempatan itu, Sandiaga menjelaskan bahwa pagu bantuan sebesar Rp2,4 triliun yang diajukan Kemenparekraf sudah disetujui dan diberikan.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN), maka yang dapat segera dijalankan adalah sertifikasi CHSE, dukungan subsektor film, dan akomodasi untuk tenaga kesehatan.

“Bantuan untuk usaha pariwisata sedang difinalkan. Berdasarkan koordinasi yang sudah dilakukan, khusus untuk bantuan ini akan dilakukan oleh lembaga atau kementerian lain di luar Kemenparekraf. Tentu kita harus dukung agar bisa segera dilaksanakan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tutur Sandiaga.

Lebih lanjut Menparekraf menjelaskan, tahun iniada perbedaan sasaran bantuan, bukan lagi hanya untuk hotel dan restoran, tetapi juga ke usaha lain terkait pariwisata dan ekonomi kreatif, dengan tujuan agar tidak terjadi pemutusan hubungan kerja.

“Kondisi sekarang memang sangat dinamis. Dalam ratas pekan lalu, Presiden meminta agar bantuan bisa segera dipercepat, jangan sampai terhambat birokrasi atau pun terkendala petunjuk teknis yang rumit. Harus disederhanakan, teapt sasaran dan tepat waktu,” pungkas Sandiaga. (*)

KOMENTAR