ARAH KITA | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE

Sertifikasi Vaksin Jadi Syarat Perjalanan Kereta Api Jarak Jauh

Senin , 26 Juli 2021 | 13:42
Sertifikasi Vaksin Jadi Syarat Perjalanan Kereta Api Jarak Jauh
Foto: Dok PT KAI Daop 1
POPULER

ARAHDESTINASI.COM: Sertifikat vaksin dan hasil tes negatif RT-PCR maksimal 2x24 jam dan rapid test antigen maksimal 1x 24 jam menjadi syarat utama bagi penumpang Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) Daop 1 Jakarta yang berangkat dari Stasiun Gambir, Pasar Senen, Bekasi, Karawang, dan Cikampek.

“Peraturan yang mensyaratkan sertivikasi vaksin minumal dosis pertama itu mulai berlaku hari ini, Senin 26 Juli 2021,” terang Eva Chairunisa, kahumas PT KAI Daop 1 Jakarta dalam keterangan tertulis yang diterima Redaksi.

Bagi pelanggan KAJJ yang tidak atau belum divaksin dengan alasan medis, tutur Eva, tetap dapat naik kereta api dengan menunjukkan surat keterangan dari dokter spesialis dan disertai surat negatif RT-PCR atau Rapid Test Antigen yang masih berlaku.

Untuk pelanggan usia di bawah 18 tahun tidak diharuskan menunjukkan kartu vaksin. Sedangkan untuk pelanggan usia di bawah 5 tahun tidak diharuskan menunjukkan hasil RT-PCR atau Rapid Test Antigen.

“Pelanggan yang tidak memenuhi persyaratan, tidak diperkenankan melakukan perjalanan dan tiket akan dikembalikan 100%. PT KAI mendukung penuh seluruh kebijakan pemerintah pada masa pandemi untuk menekan penyebaran Covid-19,” tutur Eva.

Diinformasikan pula layanan vaksinasi di Stasiun Gambir dan Pasar Senen dibuka setiap hari pada pukul 08.00 s.d 12.00 WIB, dengan persyaratan dan kriteria peserta vaksin sebagai berikut:

1.Berusia >18 tahun
2. Belum pernah mendapatkan vaksin dosis pertama
3.Menunjukkan kode booking yang sudah dibayar atau tiket Kereta Api Jarak Jauh yang berlaku
4.Memiliki KTP (adapun NIK diperlukan untuk pendataan dan sertifikasi vaksin)
5.Datang paling lambat H-1 sebelum jadwal keberangkatan KA
6. Calon Penumpang dalam kondisi sehat, memiliki suhu tubuh normal, yakni tidak lebih dari 37,5 derajat
7. Bagi ibu hamil bisa mendapatkan vaksin setelah mendapat penjelasan dari petugas kesehatan dan bersedia atas pilihannya untuk di vaksin covid-19. (*)

KOMENTAR