ARAH KITA | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE

Reaktivasi Banyuwangi & Bali Dorong Pergerakan Wisatawan Domestik

Rabu , 12 Agustus 2020 | 21:03
Reaktivasi Banyuwangi & Bali Dorong Pergerakan Wisatawan Domestik
Foto: banyuwangitourism.com

ARAHDESTINASI.COM: Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan reaktivasi pariwisata di Banyuwangi dan Bali telah mendorong kenaikan jumlah wisatawan domestik.

"Semenjak reaktivasi pariwisata di Banyuwangi dan Bali, terjadi kenaikan jumlah wisatawan domestik. Ini tren baik. Yang menarik adalah terjadi juga penurunan dari infected (yang terpapar Covid-19) di Bali dan tingkat kesembuhan yang meningkat," katanya dalam webinar, baru-baru ini.

Luhut mengaku tadinya sempat khawatir reaktivasi pariwisata akan berdampak pada naiknya angka kasus terinfeksi. Namun, ternyata fakta yang terjadi justru sebaliknya.

Ia juga mengungkapkan terjadi perubahan tren perjalanan wisata yang tadinya massal menjadi wisata berkualitas. Wisatawan domestik juga cenderung untuk melakukan kunjungan ke kota-kota penyangga yang memiliki panorama alam indah dan bersih.

"(Wisatawan) Jakarta, misalnya dengan Sentul dan Puncak. Atau Surabaya dan daerah sekitarnya ke wilayah Banyuwangi dan Bromo," katanya seperti dilansir Antara

Luhut menjelaskan situasi pandemi Covid-19 berdampak besar bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Penurunan wisatawan mancanegara yang membuat sepinya destinasi pariwisata seyogyanya jadi pemicu untuk melakukan reformulasi strategi.

Pergerakan wisatawan domestik diyakini akan menjadi potensi besar dalam pemulihan pariwisata. Wisatawan domestik juga disebut akan jadi penggerak utama sektor pariwisata pada 2020-2021 ini.

"Kita menyimpan potensi lebih dari 15 miliar dolar AS yang ada dalam negeri. Nah itu kalau kita harus gerakan ekonomi domestik kita dengan turis domestik, itu sangat membantu kita semua," katanya.

Perlu Inovasi
Oleh karena itu, ia pun mengajak para pemimpin daerah untuk melakukan inovasi guna mereaktivasi wisata setempat. Namun, ia mengingatkan reaktivasi pariwisata harus tetap mengedepankan kesehatan masyarakat.

"Jangan bosan-bosannya mengingatkan agar kita patuh kepada penggunaan masker, cuci tangan dan social distancing tadi, terutama di daerah-daerah yang padat penduduknya," imbuhnya.

Luhut juga mengkampanyekan slogan "Indonesia Aja" untuk mendorong pariwisata dalam negeri. Hal itu juga sejalan dengan belum adanya umroh, haji, hingga perjalanan dinas ke luar negeri sehingga potensi dalam negeri harus dimaksimalkan.

Untuk mulai memulihkan pariwisata, ia juga berpesan kepada pemerintah daerah untuk menjaga kebersihan di spot wisata, meningkatkan kerja sama dengan tim, serta mengingatkan kembali kepada rakyat bahwa adanya turis lokal akan membantu pergerakan ekonomi.

"Tadi saya sudah singgung di Banyuwangi dan Bali hasilnya sangat menggembirakan. Sampai hari ini Banyuwangi kelihatan sekali turisnya sangat tertib, Bali juga sama demikian, sehingga ekonomi mereka juga berjalan," kata Luhut. (*)

KOMENTAR