ARAH KITA | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE

4 Agrowisata Unggulan di Garut

Senin , 20 Januari 2020 | 12:34
4 Agrowisata Unggulan di Garut
Foto: Facebook eptilu
POPULER

ARAHDESTINASI.COM: Empat agrowisata di Kabupaten garut dinilai memiliki keunggulan dan bisa menjadi percontohan daerah lain dalam hal pengembangan wisata pertanian yang pada akhirnya menjadi penghasilan tambahan.

“Empat wisata pertanian di Garut ini menjadi contoh dan kita terus mendorong potensi pertanian untuk bisa menjadi agrowisata," kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut Beni Yoga di Cikajang, Garut seperti ditulis Antara belum lama ini.

Ia kemudian menyebutkan empat agrowisata yang telah berhasil dikembangkan oleh petani milenial asal Garut ,yakni Eptilu yang menyajikan wisata petik langsung jeruk di kebun yang berada di Kecamatan Cikajang, kemudian tanaman hias di Kecamatan Cigedug.

Selanjutnya agrowisata pembenihan kentang di Kecamatan Cisurupan, dan agrowisata buah naga di Kecamatan Bayongbong yang saat ini keberadaannya menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan maupun tempat belajar bertani bagi kaum milenial.

"Tempat itu menjadi contoh, bukan hanya keberhasilan pengembangan agrowisatanya, tetapi juga edukasi dunia pertanian bagi masyarakat yang berminat belajar pertanian," katanya.

Beni mengungkapkan, upaya mengembangkan agrowisata itu terlebih dahulu menjaga keunggulan jenis produk seperti halnya jeruk garut, kentang, buah naga atau jenis lainnya agar bisa ditawarkan kepada wisatawan.

Saat ini Dinas Pertanian Garut sedang mengembangkan wisata taman stroberi di Kecamatan Malangbong bekerjasama dengan pengembangan benih dari Jepang.

Pemilik wisata petik jeruk Eptilu Cikajang, Rizal Fahreza menyatakan, Kabupaten Garut sudah seharusnya memiliki wisata baru yang memiliki daya tarik dan pengalaman baru bagi wisatawan luar kota.

Menurut dia, potensi agrowisata di Garut cukup bagus dan perlu dikembangkan dengan dukungan penuh dari pemerintah sehingga usaha pertanian semakin menarik dan menguntungkan petani.

Menurut dia, kunjungan wisatawan ke agrowisata di Garut cukup tinggi seperti halnya Eptilu yang tercatat setiap bulannya rata-rata 800 orang dari berbagai daerah seperti Jakarta, Bandung dan kota besar lainnya.

Wisatawan yang berkunjung ke Eptilu, kata dia, cukup membayar Rp60 ribu per orang yang semuanya sudah termasuk tiket masuk, petik langsung jeruk di kebun, makan dengan menu beragam dan membawa pulang jeruk.

"Wisata edukasi pertanian minatnya cukup tinggi juga, tiket masuknya hanya Rp60 ribu sudah petik jeruk dan makan," katanya. (*)

KOMENTAR