ARAH KITA | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE

Keunikan Adat Budaya Tanah Datar Didokumentasikan National Geographic Channel

Jumat , 17 Januari 2020 | 10:46
Keunikan Adat Budaya Tanah Datar Didokumentasikan National Geographic Channel
Foto: gpswisataindonesia.info (tribunnews.com)
POPULER

ARAHDESTINASI.COM: Selebriti international asal Britania Raya, Gordon Ramsay bakal menggandeng National Geographic Chanel untuk mendokumentasikan keunikan adat dan budaya Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat.

Belum lama ini seperti dilansir Antara, Kapala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Tanah Datar Abdul Hakim di Batusangkar, mengatakan bahwa Gordon Ramsay yang juga pengusaha restoran itu akan datang bersama 30 orang kru siaran televisi Amerika dan Newzeland .

"Gordon Ramsay direncanakan datang bersama dengan 30 orang kru televisi international National Geographic Channel ke Tanah Datar untuk membuat film dokumenter keunikan budaya dan kuliner tradisional Luhak Nan Tuo dan Minangkabau," katanya.

Direncanakan Gordon Ramsay bersama National Geographic Chanel itu akan mengambil gambar ataupun video selama dua hari di Tanah Datar. Rencananya pengambilan gambar diimulai dengan arakan dan makan bajamba di Istano Basa Pagaruyung, kemudian pada Senin 20 Januari shooting pacu jawi di Nagari Sungai Jambu.

"Untuk pengambilan gambar makan bajamba dilakukan di atas rumah gadang Istano Basa Pagaruyung yang diawali arakan jamba dan prosesi petatah petitih. Untuk shooting pacu jawi, Gordon Ramsay yang akan menjadi jokinya bersama joki-joki lain," ujarnya.

Juru masak internasional pakar kuliner Indonesia yang juga menguasai seni masakan Eropa dan Asia William Wongso juga hadir pada acara tersebut.

Abdul Hakim mengatakan keunikan adat, budaya tradisi maupun kuliner tradisional Luhak Nan Tuo Tanah Datar memang menjadi daya tarik tersendiri bagi semua kalangan, tidak hanya di Indonesia namun juga manca negara.

Ia berharap keunikan tersebut terus dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat setempat, begitu juga dengan pemerintah daerah yang selalu berupaya mengangkat dan mempromosikan ke dalam berbagai event, salah satunya Festival Pesona Minangkabau.

Berbagai rekor telah terpecahkan melalui iven itu, seperti yang terjadi pada 2017 rekor MURI arakan 1.111 jamba, pada 2018 rekor MURI minum kawan daun terbanyak dengan tempurung kelapa sebanyak 4.000 tempurung, dan rekor MURI pemain talempong pacik hampir 2000 pemain di tahun 2019.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Edi Susanto, mengatakan untuk memunculkan etnik daerah juga akan memakai pakaian adat Seperti pakaian untuk pimpinan daerah memakai pakaian damang, pejabat daerah taluak balango, pakaian bundo kanduang serta pakaian adat lainnya yang mencirikan Tanah Datar Luhak Nan Tuo. (*)

KOMENTAR