ARAH KITA | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE

Wisatawan diminta Mengurangi Aktivitas di Perairan Bintan & Batam

Minggu , 15 Desember 2019 | 15:38
Wisatawan diminta Mengurangi Aktivitas di Perairan Bintan & Batam
Foto ilustrasi: Jonny Lindner from Pixabay

ARAHDESTINASI.COM: Kepala Dinas Pariwisata Kepri Buralimar, di Tanjungpinang, Minggu, mengimbau wisman dan wisatawan domestik untuk berhati-hati dan mengurangi aktivitas di perairan Bintan dan Batam karena akan terjadi gelombang tinggi dan arus kuat selama musim angin utara.

"Keselamatan wisatawan di kawasan wisata harus diutamakan sehingga memang harus diwaspadai gelombang tinggi dan arus laut yang kuat, yang terjadi seperti sekarang ini," kata Buralimar seperti dilansir Antara.

Buralimar mengemukakan jumlah kunjungan wisatawan domestik maupun wisman pada bulan ini meningkat. Hal itu disebabkan pada bulan ini banyak hari libur.

Bagi pengunjung kawasan pariwisata di pantai sebaiknya tidak berenang atau menggunakan alat transportasi laut yang membahayakan keselamatan mereka. "Pihak pengelola objek pariwisata harus mengutamakan keselamatan wisatawan," ucapnya.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Kota Tanjungpinang, Bhakti Wira Kusuma, mengimbau pengelola resort di wilayah Kepri membatasi aktivitas di laut, karena cuaca buruk. "Pengunjung resort sebaiknya tidak beraktivitas di laut karena gelombang tinggi, hujan deras, yang disertai angin kencang," katanya.

Bhakti mengatakan kondisi cuaca saat musim angin utara perlu diwaspadai oleh wisatawan dan pengelola resort. Apalagi saat awan hitam menyelimuti kawasan pesisir tertentu.

Wisatawan yang menikmati hari libur pada hari ini dan besok sebaiknya tidak beraktivitas di laut karena gelombang saat musim angin utara cukup tinggi, dan membahayakan keselamatan.

Angin utara sejak beberapa hari lalu mulai terjadi di wilayah Kepri. Gelombang laut di timur Kabupaten Bintan diperkirakan bisa mencapai 2 hingga 3,5 meter, namun realitasnya bisa lebih. Hal itu disebabkan cuaca kerap berubah, terutama saat muncul awan hitam berlapis.

Perairan di Natuna dan Anambas, diperkirakan bisa mencapai 4-6 meter. Dalam praktiknya, gelombang laut bisa lebih dari 6 meter. "Perairan di utara Natuna dan Anambas gelombang laut sangat tinggi. Ini perlu diwaspadai," ujar Bhakti. (*)

KOMENTAR