ARAH KITA | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE

Ayo Intip Trend Wisata 2020

Minggu , 20 Oktober 2019 | 18:53
Ayo Intip Trend Wisata 2020
Foto: Free-Photos from Pixabay

ARAHDESTINASI.COM: Apa yang akan menjadi trend wisata 2020? Booking.com mengeluarkan data trend Travel 2020 berdasarkan hasil survei terhadai 22.000 responden dari berbagai negara, antara lain masing-masing 1.000 responden dari Australia, Jerman, Prancis, Spanyol, Italia, China , Brasil, India, AS, Inggris, Rusia, Indonesia, dan Korea Selatan.

Selain itu masing-masing negara 500 responden dari Jepang, Selandia Baru, Thailand, Argentina, Belgia, Kanada, Denmark, Hong Kong, Kroasia, Meksiko, Belanda, Swedia, Singapura, dan Israel.. Responden menyelesaikan survei online antara 9-28 Agustus 2019, yang hasilnya kemudian dirangkum di Trend Travel 2020.

1. Munculnya Traveler ‘Kota Kedua’
Apa yang dimaksud dengan kota kedua? Wisata kota kedua di sini berarti eksplorasi destinasi yang tidak terlalu populer untuk mengurangi over- tourism atau pariwisata berlebihan dan melindungi lingkungan. Aktivitas wisata seperti ini akan semakin diminati.

- 54% traveler global ingin mengambil bagian dalam mengurangi pariwisata berlebiha
- 51% rela menukar destinasi awal yang sudah dipilih dengan tempat yang tidak terlalu terkenal tapi serupa, jika mereka tahu bahwa dampak lingkungannya lebih kecil.
- 60% traveler global ingin dapat mengakses layanan (aplikasi/situs) yang merekomendasikan destinasi di mana pertumbuhan pariwisata dapat memberi dampak positif terhadap komunitas lokal.

2. Ekspektasi Tinggi Terhadap Teknologi
Di tahun 2020 traveler akan lebih banyak mengandalkan teknologi untuk mmembuat keputusan. Tahun depan akan ada teknologi inventif yang dapat menginspirasi dan memungkinkan traveler untuk mengambil berbagai keputusan terkait perjalanan. Rekomendasi yang dibuat berdasarkan teknologi pintar yang terpercaya akan menghubungkan calon traveler dengan begitu banyak pengalaman baru yang mungkin tidak terpikirkan sebelumnya.


- Enam dari 10 orang (59%) berharap dapat dikejutkan oleh teknologi dengan berbagai opsi dan ide baru di tahun depan.
- 46% traveler global menyatakan akan memakai aplikasi yang bisa mempercepat dan mempermudah mereka untuk menjelajahi dan memesan aktivitas secara real time ketika bepergian.
- 44% juga berencana untuk memakai aplikasi untuk merencanakan aktivitas, sehingga mereka dapat mencari semua jawaban di satu tempat.


3. Slow Traveling Menggantikan #FOMO
Kalau dulu banyak yang takut untuk melewatkan segala sesuatu fear of missing out (FOMO) dan mencoba untuk melakukan banyak hal sekaligus. Di tahun 2020 banyak yang justru melambatkan perjalanan, dalam arti memakan waktu lebih lama, namun mendapat pengalaman lebih istimewa.

- 48% traveler berencana untuk memilih transportasi yang lebih lambat untuk mengurangi dampak lingkungan.
- Enam dari 10 (61%) akan memilih mengambil rute yang lebih jauh agar bisa ebih menikmati perjalanan.
- Ada berbagai tipe transportasi yang mendorong keinginan calon traveler untuk melakukan perjalanan yang lebih santai,mulai dari sepeda, tram, kereta luncur, perahu, hingga berjalan kaki.
- 57% tidak keberatan untuk menghabiskan lebih banyak waktu di perjalanan saat dan di yang dituju, asal jenis transportasinya unik.
- 64% calon traveler ingin merasakan kembali ke masa lalu dengan naik kereta bersejarah.

4. Mencari Liburan Menyenangkan yang Lengkap
Dunia berputar dengan begitu cepatnya sampai kebanyakan dari kita selalu merasa kekurangan waktu. Sama halnya ketika liburan. Traveler menginginkan waktu yang efisien saat berlibur. Jadi daripada memilih satu tema untuk seluruh liburan, tahun depan akan semakin banyak traveler yang mencari pengalaman menyenangkan yang lengkap atau all-amusive, dengan pergi ke destinasi yang menawarkan beragam pilihan aktivitas dan atraksi.

- 54% traveler global mengungkapkan keinginannya untuk melakukan perjalanan panjang ke sebuah tempat yang memiliki semua aktivitas favorit mereka dan atraksi yang saling berdekatan
- 62% setuju bahwa keinginan ini muncul karena mereka ingin menghemat waktu.

5. Hewan Peliharaan jadi Prioritas
Pentingnya memperhitungkan hewan peliharaan ketiba berlibur akan menjadi salah satu trend pariwisata 2020. Tren ini antara lain terlihat dari jumlah properti ramah peliharaan yang terus meningkat di Booking.com. Akomodasi di seluruh dunia akan terus mencari cara yang inovatif untuk menawarkan layanan dan amenitas khusus hewan peliharaan, seperti tempat tidur anjing gratis, spa hewan, layanan kamar dengan menu khusus, bahkan restoran yang dirancang khusus untuk hewan peliharaan.

- 55% pemilik hewan peliharaan global menganggap bahwa peliharaan mereka tidak kalah penting dari anak sendiri. Jadi tidak mengherankan kalau di tahun 2020 akan semakin banyak yang pergi berlibur dengan membawa hewan peliharaan.
- 42% pemilik hewan peliharaan global setuju bahwa tahun depan mereka akan memilih destinasi liburan berdasarkan kemungkinan mereka membawa peliharaannya, dan 49% rela membayar lebih untuk akomodasi yang ramah hewan peliharaan.

6. Membuat Kenangan dengan Berlibur Bersama Kakek-Nenek
Di tahun 2020 akan semakin banyak kakek-nenek yang berlibur bersama cucu-cucunya dan meninggalkan generasi tengah di rumah.

- 72% kakek-nenek setuju bahwa menghabiskan waktu dengan cucu membuat mereka merasa awet muda.
- 71% percaya bahwa orang tua perlu beristirahat sendiri tanpa anak-anaknya. Apa lagi, generasi tua saat ini lebih sehat, lebih pemberani, dan lebih ingin untuk tetap muda dan aktif dari sebelumnya.

7. Berburu Reservasi Restoran
Tahun depan traveler akan memiliki ambisi kuliner yang lebih tinggi. Semakin banyak orang akan berlomba-lomba untuk membuat reservasi di restoran-restoran bergengsi. Bagi banyak orang, ke mana dan kapan mereka bepergian dimulai dari, dan bergantung pada, apakah mereka bisa memesan tempat di restoran bergengsi, bahkan di tempat yang daftar antreannya sampai berbulan-bulan. Fakta survei menunjukan, 71% traveler global yang menganggap penting untuk makan dari bahan pangan lokal dalam liburan mereka.

8. Rencana Perjalanan Jangka Panjang
Semakin banyak orang yang secara sengaja merencanakan pensiun dini, diiringi dengan munculnya ‘perencanaan perjalanan petualangan’.

- 23% orang yang berusia 18-25 tahun berencana untuk pensiun sebelum berusia 55 tahun dan berniat merencanakan perjalanan merayakan tahun emas mereka.
- 65% traveler global melihat perjalanan sebagai cara yang sempurna untuk menghabiskan waktu luang.
- 47% traveler global berencana untuk lebih berani dalam menentukan pilihan perjalanan ketika mereka pensiun,
- 19% dari mereka yang telah pensiun merencanakan gap year atau tahun jeda, yaitu berlibur beberapa bulan tanpa gangguan.
- 52% traveler menganggap bahwa hal itu dapat dilakukan di usia berapa saja. Dengan saling berkaitannya masa pensiun dengan traveling di banyak rentang usia.

KOMENTAR