ARAH KITA | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE
Kemendes

Jepang Targetkan 40 Juta Wisatawan Asing pada 2020

Kamis , 10 Oktober 2019 | 16:24
Jepang Targetkan 40 Juta Wisatawan Asing pada 2020
Foto: Dok arahdestinasi
POPULER

ARAHDESTINASI.COM: Jepang menargetkan 40 juta wisatawan asing pada 2020, bertepatan dengan tahun diselenggarakannya Olimpiade di ‘Negeri Matahari Terbit’ itu. Target itu dikemukakan Perdana Menteri Shinzo Abe seperti dilansir tourismnewslive.com.

Saat ini, Jepang mengalami booming pariwisata dan mendapat banyak keuntungan dari sektor tersebut. Sebagai contoh, wilayah Kansai yang terdiri dari 7 perfecture, yakni Mie, Shiga, Kyoto, Osaka, Hyogo, Nara, dan Wakayama, disebut mampu menjaring lebih dari US$ 9 miliar pertahun dari pengeluaran wisatawan asing.

Kenaikan Harga
Namun, meski banyak keuntungan yang diperoleh, penduduk juga dibayangi kekhawatiran terkait kenaikan harga-harga dan prilaku wisatawan asing yang tidak tertib, hingga kemacetan.

Contoh kenaikan harga terjadi di Umeda Sky Building yang dirancang secara unik di Osaka Tengah dan telah dinobatkan sebagai satu dari 20 bangunan tertinggi di dunia oleh surat kabar The Times di Inggris. Gedung itu telah menarik sekitar 1,5 juta wisatawan asing pada tahun fiskal 2017 atau naik tiga kali lipat dibandingkan dengan tahun 2008.

Masalahnya, tiket masuk Umeda Sky Building juga ikut naik hingga 75%. Akibatnya, banyak wisatawan lokal Jepang yang mengurungkan niat mengunjungi gedung tersebut. Disebutkan terjadi 30% penurunan kunjungan wisatawan lokal Jepang pada 2017.

Kenaikan harga juga terjadi di Pasar Kuromon, pasar makanan terkenal di osaka yang antara lain memiliki kekhasan hidangan kaki kepiting. Kini harga kaki kepiting itu naik berkali lipat hingga dikeluhkan wisatawan asing dan juga masyarakat lokal.

Prilaku tidak Tertib
Lonjakan turis asing di Jepang juga memunculkan kekhawatiran tersendiri terkait prilaku yang kurang tertib. Sebagian besar turis asing memiliki perilaku makan sambil berjalan, yang jarang terjadi di Jepang.

Untuk menghindari hal tersebut, musim gugur lalu, pasar Nishiki Kyoto mulai memasang tanda-tanda dalam bahasa Inggris, China, Korea, dan Jepang, yang isinya melarang pembeli untuk makan sambil berjalan. Mereka mengkhawatirkan pembuangan sampah sembarangan di jalan-jalan. Asosiasi promosi pasar juga meminta penyewa untuk membuat lebih banyak tempat sampah dan ruang makan.

Kemacetan
Kekhawatiran lainnya terkait kecelakaan dan kemacetan yang disebabkan oleh pengemudi asing. Dilaporkan bahwa wisatawan asing telah menyewa sekitar 80.000 mobil di Kansai atau meningkat lima kali lipat dari lima tahun sebelumnya.

Meningkatnya jumlah pengunjung asing yang tinggal di rumah-rumah pribadi juga menyebabkan masalah. Penduduk di sekitarnya mengeluh tentang kebisingan dan gangguan lainnya.

Meski ada kekhawatiran mengenai dampak lonjakan wisatawan, Jepang terus menyiapkan penyambutan wisatawan asing saat Olimpiade Tokyo tahun 2020. Bisnis dan komunitas di seluruh Jepang mengambil langkah-langkah untuk mengelola kedatangan wisatawan dengan cara yang aman dan berkelanjutan. (*)

KOMENTAR