ARAH KITA | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE
Kemendes

Festival Kopi Diharapkan Bisa Dorong Pengembangan Kopi Kepulauan Nias

Kamis , 12 September 2019 | 21:49
Festival Kopi Diharapkan Bisa Dorong Pengembangan Kopi Kepulauan Nias
Foto: Dok Kemendes PDTT
POPULER

ARAHDESTINASI.COM: Festival Kopi Nias 2019 yang diselenggarakan untuk mendukung Sail Nias, diharapkan juga bisa menjadi ajang tukar pengalaman sekaligus mendorong kaum muda Nias agar lebih kreatif mengembangkan kopi Nias.

"Kopi Nias ini termasuk kopi tua, bagaimana kita mempromosikan kembali supaya ada proses peremajaan. Makanya dalam festival ini kita hadirkan berbagai tempat dari Bengkul, Gayo, Toraja, Flores, Jambi, Sambas, juga kopi-kopi yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan BUMDes Bersama, supaya bisa saling tukar pengalaman,” ujar Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal Samsul Widodo di Gunungsitoli, Kepulauan Nias, baru-baru ini.

Samsul Widodo mengatakan, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bersama memungkinkan tiap desa bergabung untuk pengembangan produk kopi pada tataran kawasan perdesaan dengan skala ekonomi yang lebih luas. Hal tersebut sesuai dengan program Kemendes PDTT yaitu pengembangan produk unggulan kawasan perdesaan (Prukades).

"Sebenarnya untuk proses peremajaan, produksi, packaging dan sebagainya bisa dikelola oleh BUMDes atau BUMDes Bersama. Selama 5 hari penyelenggaran festival akan ada pelatihan-pelatihan, kami mengundang anak-anak muda Nias belajar ke sini dan bertukar pengalaman," ujarnya.

Samsul juga menjelaskan, di festival ada yang murni dari petani, organik, expert, bahkan ada kopi untuk generasi milenial seperti kopi susu, ada juga kopi tarik dari gayo. "Ada 20 jenis kopi dari 20 daerah yang ditampilkan, cukup lengkap untuk mendorong generasi muda belajar.”

Adapaun pemilihan Gunungsitoli menjadi tempat diadakannya festival kopi, menurutnya dalam rangka mendukung acara Sail Nias. "Mereka turun dari bandara Gunungsitoli, minum kopi dulu di sini, baru ke Teluk Dalam (acara puncak Sail Nias). Kita ingin Gunungsitoli jadi pusat pengembangan kopi," ujar Samsul.

Wali Kota Gunungsitoli Lakhomizaro Zebua mengatakan kegiatan Festival Kopi Nusantara ini bisa berdampak pada perekonomian Gunungsitoli.

"Kita lihat kopi ini bagian dari hobinya anak-anak muda. Tadi kami sudah keliling booth, yang mengelola kopi anak muda. Harapannya kedepan anak-anak muda di Gunungsitoli juga bisa mengembangkan produk kopi.” (*)

KOMENTAR