ARAH KITA | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE

Mulai 1 Oktober Diberlakukan Kemudahan VAT Refund untuk Turis Asing

Selasa , 10 September 2019 | 21:34
Mulai 1 Oktober Diberlakukan Kemudahan VAT Refund untuk Turis Asing
Prosedur klaim pengembalian pajak PPN / Ilustrasi: pajak.go.id

ARAHDESTINASI.COM: Buat yang punya teman atau tamu wisatawan asing, ada informasi menarik. Mulai 1 Oktober, pemerintah mulai menerapkan ketentuan pelonggaran pengembalian pajak pertambahan nilai (PPN) untuk wisatawan asing yang tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.120/PMK.03/2019.

Peraturan itu memungkinkan wisatawan asing mengklaim pengembalian PPN setelah berbelanja yang diakumulasi dalam beberapa penerimaan, minimal Rp500.000. Itu berarti setiap tanda terima harus menunjukkan setidaknya Rp50.000 nilai PPN atau transaksi sebesar Rp500.000.

Wisatawan bisa melakukan klaim jika berbelanja di toko-toko yang memasang stiker VAT Refund. Pengembalian pajak tidak berlaku untuk pembelian makanan, minuman, tembakau, senjata dan bahan peledak.

Dalam situs pajak.go.id menjelaskan bahwa pengembalian pajak hanya diberikan pada wisatawan pemegang paspor asing dengan masa tinggal tidak lebih dari dua bulan di Indonesia. Selain itu, pengembalian pajak hanya diberikan jika barang-barang yang dibeli dibawa sendiri (bagasi) ke luar Indonesia tanpa menggunakan jasa perusahaan pengangkut.

Pengembalian pajak PPN dapat diberikan secara tunai atau transfer. Pengembalian tunai diberikan dalam mata uang rupiah, dan hanya diberikan jika jumlahnya tidak melebihi Rp5 juta.

Lebih dari itu akan dikembalikan dengan cara transfer ke rekening bank masing-masing. Karena itu, wisatawan harus memberikan nomor rekening bank, dan beberapa persyaratan lainnya, termasuk mata uang yang diminta untuk pengembalian pajak PPN. Transfer akan dilakukan dalam waktu satu bulan sejak diterimanya permohonan pengembalian pajak.

Jika pengembalian PPN melebihi Rp5.000.000 dan pwisatawan tidak ingin dikembalikan melalui transfer, maka jumlah Rp5.000.000 akan dikembalikan secara tunai sedangkan sisa PPN adalah tidak dapat dikembalikan.

Prosedur klaim
Pengembalian pajak PPN hanya dapat diklaim di bandara pada tanggal keberangkatan ke luar Indonesia. Persyaratannya faktur pajak terlampir dengan satu kwitansi pembayaran diberikan kepada petugas Direktorat Jenderal Pajak (DJP) di loket Pengembalian Pajak PPN yang ada di bandara. Tunjukkan pula paspor, tiket pesawat atau boarding pass, dan barang yang dibeli dan akan diletakan di bagasi. (*)

KOMENTAR