ARAH KITA | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE
Kemendes

Jumlah Wisatawan dari Asia Pasifik Tumbuh Pesat

Kamis , 22 Agustus 2019 | 23:04
Jumlah Wisatawan dari Asia Pasifik Tumbuh Pesat
Foto ilustrasi: S. Hermann & F. Richter from Pixabay
POPULER

ARAHDESTINASI.COM: Hampir seperlima (18,5%) dari total pengeluaran perjalanan global pada tahun 2018, ternyata berasal dari wisatawan yang datang dari kawasan Asia Pasifik.

Studi terbaru Mastercard Global Destination Cities Index: Origin menyebutkan, wisatawan China daratan, Korea Selatan, Jepang, dan Taiwan disebut-sebut sebagai pembelanja terbesar dari Asia Pasifik. Wisatawan China daratan yang bepergian ke luar negeri untuk bisnis dan liburan terus meningkat dari tahun ke tahun. Lonjakannya luar biasa dari no 7 pada 2009 kini menjadi nomor 2, hanya satu tingkat di bawah Amerika Serikat.

Mastercard Destination Cities Index: Origins, memberi peringkat dari negara mana sebagian besar wisatawan melakukan perjalanan dan ke mana saja destinasi yang menjadi tujuan. Secara global, industri pariwisata menurut World Travel & Tourism Council menyumbang US$ 8,8 triliun dan 319 juta pekerjaan pada tahun 2018.

Tahun ini (berdasarkan survei 2018), Amerika Serikat adalah pasar asal nomor 1 diikuti China daratan, Jerman, Inggris dan Prancis. Perjalanan dari seluruh Asia-Pasifik juga melonjak. Korea Selatan dan Taiwan yang satu dekade lalu tidak masuk dalam 10 besar, saat ini melonjak menjadi nomor 6 dan nomor 10.

Dalam hal total pengeluaran perjalanan, China mendominasi 9,6%, diikuti Amerika Serikat 9,2%.

1

Amerika Serikat

2

China Daratan

3

Jerman

4

United Kingdom

5

Prancis

6

Korea Selatan

7

Jepang

8

Kanada

9

Rusia

10

Taiwan

Bagaimana dengan Indonesia? Wakil Presiden Senior Data dan Layanan Mastercard untuk Asia Pasifik  Rupert Naylor dalam laman cnbc.com menyebutkan, penting memerhatikan pertumbuhan China Daratan, India (ke-12) dan Indonesia (ke-19) , tiga dari negara berpenduduk terpadat di dunia. 

“Apa yang paling menarik bagi kami adalah kenyataan bahwa, kontribusi kawasan Asia Pasifik bukan hanya untuk pengeluaran perjalanan global yang naik hampir dua kali lipat dalam satu dekade terakhir, tetapi juga tmenyangkut persentase yang bepergian ke luar negeri," katanya. (*)

 

 

KOMENTAR