ARAH KITA | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE

Gubernur Bali: Pulangkan Wisatawan yang lecehkan Tempat Suci!

Selasa , 13 Agustus 2019 | 23:07
Gubernur Bali:  Pulangkan Wisatawan yang lecehkan Tempat Suci!
Foto ilustrasi: baliakasiatour.com

ARAHDESTINASI.COM: Gubernur Bali Wayan Koster menginstruksikan pemulangan wisatawan yang berani melecehkan tempat-tempat suci ketika berwisata di ‘Pulau Dewata’.

Pernyataan tersebut dikeluarkan menanggapi dua wisatawan asal Republik Ceko, yakni Idenek Slavka (25) dan Sabina Dolezalova (25) yang berbuat tak senonoh melecehkan palinggih (bangunan suci) di Pura Beji Monkey Forest, Kelurahan Ubud, Kecamatan Ubud, Gianyar.

Mereka nekat membersihkan bokong dan alat vital di pancuran dalam salah satu palinggih di pura tersebut, lalu videonya diunggah melalui instagram.

"Untuk ke depan, kalau ada wisatawan yang seperti itu lagi, harus pulangkan saja, sudah tidak tertib datang ke Bali. Kami akan warning begitu," kata Koster usai mengikuti Sidang Paripurna DPRD Bali, di Denpasar, seperti dikutip Antara.

Koster mengingatkan agar pemerintah daerah dan masyarakat berperan aktif, ikut mengawasi dan menjaga tempat-tempat suci yang dikunjungi wisatawan.

"Jangan masyarakat mentang-mentang untuk pendapatan, jadinya kita terlalu longgar dan membiarkan wisatawan berperilaku kurang bermartabat," ucapnya sembari meminta agar pengawasan juga diperketat.

Terkait perilaku pelecehan tempat suci tersebut, menurut dia, tidak cukup diselesaikan hanya dengan menggelar ritual Guru Piduka. Untuk memberikan efek jera, ke depannya jika ada wisatawan yang berani melecehkan sharusegera dipulangkan.

Sebelumnya video tak senonoh bule dari Ceko itu yang berdurasi 10 detik di pancoran palinggih Pura Beji Monkey Forest tersebut diunggah akun instagram sabina_dolezalova_ifbb, Sabtu (10/8) lalu sekitar pukul 12.00 Wita sampai 14.00 Wita. Video pelecehan pelinggih ini pun viral, hingga menuai reaksi dari masyarakat Bali.

Setelah video tersebut viral, pihak Pengelola Objek Wisata Monkey Forest mengecek kebenarannya dan berupaya mencari informasi keberadaan dua wisatawan ini melalui konsulat negaranya di Bali. Mereka pun diminta untuk datang dan melakukan klarifikasi.

Sehari pascavideonya viral, Idenek Slavka dan Sabina Dolezalova akhirnya menyadari kesalahannya, lalu datang menemui prajuru Desa Adat Padangtegal selaku pangempon Pura Beji Monkey Forest, Minggu (11/8) malam sekitar pukul 23.00 Wita. Kebetulan, malam itu Desa Adat Padangtegal menggelar paruman (rapat adat). (*)

 

KOMENTAR