ARAH KITA | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE

Program Hot Deal Kepri Targetkan 500 Ribu Penjualan Paket Wisata

Minggu , 22 April 2018 | 21:51
Program Hot Deal Kepri Targetkan 500 Ribu Penjualan Paket Wisata
Peluncuran Program Hot Deal Kepri 2018 / Foto: Kemenpar

ARAHDESTINASI.COM: Menteri Pariwisata Arief Yahya memasang target tinggi penjualan 500 ribu paket promo hot deals untuk menggenjot kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) cross border khususnya dari Singapura dan Malaysia ke Kepulauan Riau pada 2018.

Tahun lalu, Program Hot Deals dianggap memuaskan, lantaran mencapai penjualan sebanyak 105.000 tiket yang disiapkan oleh 82 industri pariwisata, terdiri dari Hotel and Resort, Tour and Travel, Golf Course, serta Spa & Wellness di Kepri.

“Tahun lalu Paket yang terjual (termasuk tiket ferry) dari tanggal 21 Juli hingga 31 Desember 2017 mencapai 102.589 dengan total transaksi sebesar Rp 88,5 miliar. Tahun ini ditargetkan mencapai 500 ribu paket,” ujar Menpar Arief Yahya yang didampingi Kepala BP Batam Lukito Dinarsyah Tuwo dan Kadispar Propinsi Kepri Buralimar saat meluncurkan program Hot Deals 2018, di Planet Holiday Hotel & Residence, Batu Ampar, Kota Batam, belum lama ini.

Program Hot Deals 2018 melibatkan operator ferry dan industri pariwisata di Batam dan Bintan, Provinsi Kepulaun Riau (Kepri). “Kunci sukses Hot Deal di Kepri adalah memberikan diskon besar untuk tiket fery hingga 60% off, atraksi hingga 50% off, dan akomodasi hotel 8% off. Maka tahun ini harus kita tingkatkan akselerasinya, ” kata Arief Yahya.

Sukses Hot Deals di Kepri akan diduplikasi 18 destinasi pariwisata di Indonesia, di antaranya n di tiga greater utama, yaitu Kepri, Jakarta dan Bali. "Hot deals yang sudah berhasil di Kepri akan ditiru di Jakarta dan akan di launching pada 3 Mei 2018, dengan target 1 juta paket. Dan target di Bali juga mencapai target 1 juta paket," tuturnya.

Untuk program Hot Deal 2018 Kepri, penyelenggaraan dan pendukungan event diselenggarakan saat weekday untuk menarik wisman berlibur di hari biasa selain akhir pekan. Diberikan pula gimmick seperti shopping voucher, movie and entertainment voucher, cooking class voucher, spa voucher, day tour voucher, adventure voucher, dan meal voucher, dan sebagainya.

Kemenpar juga akan memberikan insentif menarik untuk kalangan industri. "Hot deals prinsipnya akan memberikan insentif menarik untuk para komponen yang bergerak di unsur 3A saat ikut menjual 500.000 paket Hot Deals," tukas Arief Yahya.

Perencanaan program Hot Deals 2018 di sudah memiliki target pasar yang sangat terukur, yaitu para wisman atau ekspatriat yang ada di Singapura dan Malaysia. Mulai dari Singaporean 262,500 paket atau (52.50%), Malaysian 50 ribu paket (10%) Filipina 12.500 paket (2,5%), Vietnamese 12.500 paket (2,5%), Australia 12.500 paket (2,5%). Korean 12.500 paket (2,5%), Chinese 50 ribu paket (10%), Taiwanese 12.500 paket (2,5%), Japanese 25.000 paket (5%), Indian 37,500 (7,5%) serta American 12.500 paket (2,5%).

"Hot Deals ini diproyeksikan untuk low season. Yang semulanya para wisman tidak mau pergi jadi saat weekend karena mahal. Karena hot deals jadi ingin pergi ke Kepri saat weekdays," kata Menpar Arief Yahya.

Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Kawasan Pariwisata Kemenpar Anang Sutono menambahkan, Singapura jadi pasar yang sangat strategis untuk target jualan paket Hot Deal 2018. Hal tersebut lantaran Adanya 2 terminal Harbour Front dan Tanah Merah dengan total jadwal kapal ferry sebanyak 108 kali dengan total kapasitas sebanyak 23.625 perhari. Itu menjadi potensi besar ke Batam dan Bintan sebanyak 708.750 perbulan dan 8.505.000 pertahun total wisatawan. "Data populasi Singapura sebanyak 5.888.926 adalah juga merupakan target potensial untuk memperkenalkan Batam dan Bintan atau Kepri secara umum," kata Anang.

Pasar Malaysia juga sangat potensial. Mulai dari populasi Johor Bahru ditambah dengan jumlah arrival yang ada di Johor Bahru. "Ada 2 terminal yang menuju ke Batam, baik melalui Puteri Harbour dan Setulang laut, dan akan dibuka rute baru yaitu Pasir Gudang ke Nongsa Pura Batam. Kapasitas dari Ferry sebanyak 2.625 per hari. Artinya ada potensial sebanyak78.750 perbulan yang bisa kita maksimalkan untuk datang ke Batam," pungkasnya.

Seperti diketahui data Kunjungan wisman ke Kepri menurut data BPS pada Januari-Desember 2017 mencapai 2.074.534 naik 8,04% dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya dengan jumlah 1.920.232 orang. Kunjungan wisman ke Kepri didominasi oleh wisatawan Singapura mencapai 51,17%. Batam dan Bintan menjadi destinasi favorit mereka. (*)

KOMENTAR