ARAH KITA | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE
Kemendes

Dana Desa Ubah Wajah Desa Purworejo

Selasa , 11 Juni 2019 | 01:36
Dana Desa Ubah Wajah Desa Purworejo
Foto: desapurworejo.id
POPULER

ARAHDESTINASI.COM: Dana Desa telah mengubah wajah Desa Purworejo, Kecamatan Sanan Kulon, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Sejak dikucurkan 2015, 60 persen dana desa dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur, dan 40% untuk pemberdayaan desa, termasuk kesehatan dan pendidikan.

Sekretaris Desa Purworejo Gunawan, seperti ditulis Antara, mengatakan pada 2019 ini Desa Purworejo mendapatkan kucuran dana desa sekitar Rp830 juta, serta alokasi dana desa dari APBD Kabupaten Blitar sebesar Rp590 juta. Jumlah itu terus naik dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Tahun 2018, Desa Purworejo mendapat kucuran dana desa sekitar Rp730 juta, dan ADD sekitar Rp520 juta.

Menurut Gunawan, program dari pusat itu berhasil mengubah wajah desa. Hampir 100 persen jalan sudah diperbaiki, bahkan sebagian diberi paving block, sehingga membuat pengguna jalan lebih nyaman.

Begitu juga bidang kesehatan yang pada 2019 ini memperoleh alokasi dana desa sebesar Rp140 juta. Dana itu berhasil meningkatkan kualitas pelayanan dasar misalnya posyandu balita, dan posyandu lansia.

Program inovasi desa menurut Gunawan juga turut memacu sektor pendidikan. Ada juga program jambanisasi hingga rehabilitasi rumah warga miskin.

Kendati dana dari pemerintah desa tidak begitu besar, nyatanya stimulus dana itu mampu meningkatkan partisipasi masyarakat. Mereka berinovasi dengan bergotong-royong, secara sukarela membangun rumah warga yang tidak layak huni menjadi lebih baik.

“Dengan dana desa ada pergerakan, geliat masyarakat dalam pembangunan di desa. Mendorong partisipasi masyarakat,” ujar Gunawan..

Bukan perkara mudah bagi desa yang dihuni sekitar 8 ribu jiwa dimana 60 persennya adalah petani maupun buruh tani itu dalam mengelola keuangan dan mendorong agar masyarakat semakin berdaya dan berinovasi.

Selain bertani, banyak warga yang juga punya usaha ternak. Yang sangat membanggakan, mereka berinovasi membuat sumber energi terbarukan biogas yang berasal dari kotoran ternak dan dimanfaatkan sebagai bahan bakar untuk keperluan dapur. Total ada sekitar 42 titik pemanfaatan biogas di desa tersebut. (*)

KOMENTAR