ARAH KITA | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE
Kemendes

India, Surga Belanja Murah

Kamis , 16 Mei 2019 | 23:50
India, Surga Belanja Murah
Foto: Dok Lintang Rowe
POPULER

ARAHDESTINASI.COM: Sebagai tempat wisata, India memang penuh kontroversi. Sebagian orang tak ingin kembali, sebagian lagi malah jatuh cinta dengan debu, kekacauan lalu lintas, bahkan sambah dan bau pesing di ruas-ruas jalan.

Dari semua itu, New Delhi yang jadi Ibu Kota Negara, jelas punya banyak kelebihan. Lokasinya dekat dengan Agra tempat Taj Mahal berdiri, dan yang jelas surga bagi para pecinta belanja (shopaholic). Barang branded, kain sari, sampai suveir bisa didapat dengan harga menggiurkan. Di luar produk branded, murah tidaknya barang yang ingin dibeli, tergantung kemampuan tawar-menawar.

Teman seperjalanan yang pusing tujuh keliling dengan situasi dan suasana di New Delhi, mendadak sontak hilang semua keluhan. Begitu menemukan mal, pulang ke kamar dengan setumpuk barang belanjaan. “Ini gila, murah banget. Bedanya sama Jakarta bisa Rp500.000 sampai Rp2 juta,” katanya berapi-api.

Begitulah, barang-barang branded di India memang murah. Kepada pembeli mereka menjelaskan bahwa barang-barang tersebut bisa murah, karena memiliki pabrik di India. “Mereka jelasin gitu sih, malah salah satu brand jelasin juga bahwa bahan kulitnya berasal dari Indonesia,” tutur teman yang sebut saja bernama Roji.

IMG_8976

 

 

Main Bazaar
Dari mal, acara belanja terus berlanjut di deretan kios-kios dekat hotel yang memiliki jalan berdebu dan beberapa titik sungguh bau pesing. Di Main Bazaar, kami mendapat kenalan beberapa teman, mulai dari pemilik hotel yang ramah, pemilik restoran halal, penjual syal dan sajadah, hingga pemilik toko perhiasan batu alam yang merangkap menawarkan paket-paket wisata.

Harga t’shirt dan tempelan kulkas (suvenir umum), di pasar ini memang menggiurkan. T shirt bergambar ikon-ikon wisata India termasuk Taj Mahal bisa didapat dengan harga Rp35 ribu. Bahannya sudah lumayan bagus. Tempelan kulkas berbentuk kotak bisa didapat dengan harga Rp4.500. Tapi sekali lagi, tergantung kepadaian menawar.

Beberapa tempat yang agak masuk ke dalam gang-gang dari jalan utama, menawarkan kain, pashmina, hingga sajadah dengan kualitas lebih baik. Harganya bervariasi. Selendang dengan manik-manik cantik berbahan halus dan buatan tangan bisa didapat dengan harga Rp450 ribu. Pashmina cantik Rp120 ribu.

Kok mahal? Jangan khawatir, banyak pashmina dengan kualitas di bawahnya dijual dengan harga miring sekitar Rp45 ribu. Tinggal pilih sesuai dengan selera dan kemampuan kantong.

IMG_8957

 

Bara Tooti Chauk
Nah, ini satu lagi tempat yang bakal membuat para shopaholic kalap. Pemilik hotel yang ramah memberikan beberapa pilihan tempat belanja yang asyik, di antaranya Bara Tooti Chauk. Pasar itu surga bagi para penghobi belanja yang ingin memborong sari, mulai dari kualitas rendah, sedang, sampai bagus.

Tapi yang jelas, harga kain sari di Bara Tooti sangat miring dibandingkan dengan yang dijual di online-online shop. Tingkat murahnya bisa lebih dari 50%. Itu pun masih ditambah dengan kualitas bordir dan hiasan sampai motif yang jauh lebih baik. Hanya saja, perlu kekuatan mental untuk melawan kerumunan, menahan bau pesing di beberapa spot jalan.

IMG_8952

Di pasar ini juga dapat dengan mudah dijumpai penjahit-penjahit jalanan yang menggelar mesin jahitnya di trotoar atau berdekatan dengan pedagang kaki lima yang menjual kain.

Bagaimana dengan teman saya? Jelas kalap. Ketika kembali ke Jakarta, dia menenteng hampir 20 kain sari, dan kopernya pun beranak-pinak. (*)

Penulis: Lintang Rowe
IG: @lintangrowe

KOMENTAR