ARAH KITA | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE
Kemendes

4 Negara dengan Aturan Aneh Tentang Makanan

Sabtu , 04 Mei 2019 | 00:49
4 Negara dengan Aturan Aneh Tentang Makanan
Foto penjual samosa Jeevan Singla from pixabay / Foto samosa andics from Pixabay

ARAHDESTINASI.COM: Banyak negara ternyata memberlakukan peraturan ketat terkait makanan yang dianggap berbahaya. Alasannya beragam, bukan hanya terkait kesehatan, tetapi juga kenyamanan, dan juga penghargaan tinggi terhadap cita rasa asli masakan. Mau tahu apa saja makanan yang dilarang dan alasannya? Berikut beberapa jenis makanan dan negara yang memiliki peraturan tidak biasa seperti dilansir Merah Putih.

food-2217013_1280

1. Samosa di Somalia
Samosa merupakan salah satu jenis makanan dari India yang cukup digemari masyarakat kota-kota besar di Indonesia. Meski ada samosa untuk vegetarian, namun umumnya berisi daging, sayuran dengan bumbu rempah berlimpah. Rasanya memang lezat. Tapi ternyata samosa dilarang di Somalia, tepatnya sejak Al Shabaab menduduki negara tersebut. Alasannya, mereka pernah menemukan seorang penjual samosa yang tidak bertanggung jawab dengan memakai daging busuk untuk isian. Sejak saat itu, mereka melarang penduduk setempat untuk mengonsumsi samosa di bawah yuridiksi mereka.

bubble-gum-438404_1280

2. Permen karet di Singapura
Jangan coba-coba mengunyah apalagi membuang bekas kunyahan permen karet secara sembarangan di Singapura. Negara tetangga itu mengharamkan permen karet karena lengket dan susah dibersihkan. Karena itu, pemerintah Singapura menerbitkan peraturan yang intinya berbunyi, barangsiapa tertangkap basah membuang permen karet sembarangan akan dikenai denda sekitar Rp500 ribu.

tomato-885168_1920

3. Saus Tomat di Prancis
Tidak ada saos tomat di Prancis. Masyarakat di negara itu beranggapan bahwa makan dengan teman saos tiomat bisa merusak citarasa asli masakan Prancis.

easter-3103614_1280

4. Cokelat telur di Inggris
Siapa yang tidak suka coklat? Coklat berbentuk telur banyak beredar dan disukai anak-anak. Tapi Inggris melarang penjualan coklat berbentuk telur yang biasanya di dalamnya berisi kejutan iming-iming mainan.

Setiap tahun, Inggris menyita puluhan ribu cokelat telur selundupan. Sejak 1938, Inggris melarang impor untuk segala produsen cokelat telur. Alasannya, untuk meminimalisasi kemungkinan mainan di dalam cokelat tertelan oleh anak karena mereka tidak mengetahui adanya mainan di dalam cokelat tersebut.

Sebagai pencegahan, tiap tahun pihak keamanan bandara Inggris menyita setidaknya 10 ribu buah cokelat telur yang dibawa dalam koper. (*)

KOMENTAR