ARAH KITA | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE

Berburu 3 Kuliner Jamu & Rempah di Semarang

Minggu , 15 Maret 2020 | 12:51
Berburu 3 Kuliner Jamu & Rempah di Semarang
Foto: Dok Arah Destinasi
POPULER

ARAHDESTINASI.COM: Semarang memang kaya ragam kuliner nikmat. Mulai gudeg, koyor, sampai kuliner peranakan lumpia, wingko, dll. Selain yang sudah umum, Semarang menyimpan banyak jenis kuliner, warung, dan tempat makan yang unik dan layak dicoba. Di antaranya berburu minuman dan makanan berbahan rempah yang menyehatkan.

Berikut tiga kuliner berbasis jamu di Semarang yang layak diburu dan dicoba.

20200217_095011

Wedang Rempah Mbah Jo
Tempatnya super sederhana. Warungan di pinggir jalan dengan bangku dan meja kayu biasa. Namun, pelanggannya bejibun. Mulai dari pegawai negeri, orang tua, hingga anak muda. Ada yang datang pakai sepeda motor, banyak juga dengan kendaraan roda empat.

Minuman dasar yang paling banyak penggemar di warung ini sepertinya jahe rempah. Rasanya memang sedap dan mampu menghangatkan badan. Utamanya berbahan jahe, namun ada juga kunyit, kunyit, dan temulawak. “Selain itu air panasnya juga mengandung beragam rempah menyehatkan,” ujar Mbah Jo yang sudah lama berjualan.

rempah

Selain jahe rempah, ada jugajahe coklat, jahe coklat rempah, jahe kencur, jahe temulawak, wedang uwuh, jahe sereh, dan masih banyak lagi. Harga satu gelas kenikmatan itu cuma Rp7.000. Jika menggunakan tambahan susu jadi Rp8.000.

Pagi dan malam hari jadi waktu yang pas untuk menikmati ramuan rempah Mbah Jo yang warungnya berlokasi di Jl Menteri Supeno No 1, belakang kantor gubernur. Warung sederhana itu buka mulai pukul 06.00 hingga 23.00.

Sebagai teman minum, ada beragam jajanan titipan, mulai dari ketan bubuk, ketan serundeng, tahu dan tempe bacem, nasi bungkus, serabi, dan masih banyak lagi.

20200217_093032

Jamu Jun
Pembeli Jamu Jun selalu antre. Dulu, jamu Jun dijajakan berkeliling, namun sekarang banyak dijual menetap, meski masih ada yang berkeliling. Jika ingin mencicipi jamu jun di pagi hari datanglah ke Pasar Prembaen pada hari Senin dan Sabtu Di bagian tengahnya ada penjual jamu jun. Pembelinya biasanya antre, ada yang dibawa pulang, ada juga yang makan di tempat sembari duduk di dingklik (kursi-kursi pendek kecil) yang disediakan penjual.

Pada hari Jumat ada di belakang kantor gubernuran di Jalan Gergaji. Sore di hari Jumat, Sabtu, Minggu ada di Pasar Semawis yang memang terkenal sebagai pusat kuliner Kota Semarang di akhir pekan.

Jamu Jun mirip wedang coro dari Pati dengan harga Rp5.000 semangkuk kecil. Jangan membayangkan minuman jamu pada umumnya. Bentuknya seperti bubur, namun kaya rempah. Penjualnya memberi informasi, ada 21 rempah yang digunakan. Bentuk kentalnya dari tepung beras, ada bulatan kecil, diberi santan jika suka, dan diberi bubukan merica.

Buat yang tidak biasa mungkin terasa aneh. Namun sebagian besar warga Semarang suka jamu jun. “Menyehatkan dan menghangatkan badan. Selain itu berguna untuk meredakan perut kembung,” kata Lastri yang saat itu tengah menyantap jamu jun di Pasar Prembaen. Lastri mengaku rutin menyantap jamu jun satu minggu sekali.

 20200217_153748

Es Krim Jamu Nyonya Meneer
Kangen jamu Nyonya Meneer yang legendaris tapi kini sudah tak diproduksi lagi? Cobalah mampir di Makuta Jamu Cafe yang terletak di Gang Pinggir, kawasan Pecinan, Semarang. Kafe yang dikelola keturunan Nyonya Meneer itu menyediakan aneka minuman sehat dari rempah-rempah yang sudah dikemas modern dalam botol-botol plastik.

Selain itu, kafe ini menyediakan es krim aneka jamu (rempah) yang ternyata rasanya enak. Ada es krin kunir asem, beras kencur, alang-alang selasih, dan masih banyak lagi. Satu scoop es krim berpenampilan modern dihargai Rp18 ribu. (*)

KOMENTAR