ARAH KITA | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE
Kemendes

Persahabatan Manusia dan Dugong di Pulau Alor

Minggu , 04 Agustus 2019 | 21:03
Persahabatan Manusia dan Dugong di Pulau Alor
Foto: Dok Pinneng
POPULER

ARAHDESTINASI.COM: Di Alor, ada ikan duyung fenomenal yang jadi daya tarik wisata. Seperti dalam kisah dongeng, seekor ikan duyung (dugong) bernama Mawar bersahabat dengan manusia. Onesimus La’a warga Alor yang beruntung bisa menjadlin persahabatan dengan Mawar.

Ia kerap memanggil Mawar saat ada wisatawan yang datang. Wisatawan diajak berperahu motor dari Pantai Mali yang lokasinya tidak jauh dari Bandar Udara Mali.

IMG-20190804-WA0013

“Bu lamoli go, mao, hao. Oooo War, Mawar cepat kesini ooo war, ada tamu dari Jakarta ni ooo,” panggil Onesimus La'a sambil pelan-pelan mematikan deru mesin perahu klotok yang ia kemudikan.

Tak butuh waktu lama, Mamalia laut yang bernama ilmiah Dugong dugon itu memunculkan tumbuh besarnya sambil menyemburkan air ke permukaan laut dan berenang mengelilingi perahu sekitar 7-10 menit.

Sungguh menakjubkan persahabatan pria yang kerap disapa One itu dengan mamalia laut yang saat ini menjadi daya tarik pariwisata. Persahabatan dengan dugong, terjadi ketika suatu sore, saat ia selesai menanam bakau di pesisir pantai Pulau Sika, pulau tak berpenghuni di daerah timur laut Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) sejak tahun 1999.

Ia turun ke laut untuk untuk menanam bakau satu persatu. Setelah selesai dan mengambil perahu dan ingin kembali kedaratan. Saat kembali itulah, One melihat dua ekor dugong berenang di samping perahu.

Seekor dugong berenang di depan perahu dan satu lagi berenang di belakang perahu. Dua dugong ini mengantar One hingga pantai Mali.

Keesokan harinya saat dia kembali dari Sika, dua dugong tersebut kembali mengantar One. "Hari ketiga, saya kasih lepas jangkar perahu dan tunggu. Dua ekor dugong itu muncul lalu saya mengulurkan tangan dan keduanya mencium tangan saya. Dari situ naluri dugong masuk dalam pribadi saya," kata One.

Untuk menjaga kelestarian dugong yang kerap di sapa Mawar itu ada tata cara yang telah diatur dalam Peraturan Bupati Kabupaten Alor No. 7/2018.

Dalam Perbub tercatat hal-hal yang boleh dilakukan ataupun tidak boleh dilakukan bagi wisatawan saat ingin melihat dugong berjenis kelamin jantan itu. Pertama, pengunjung tidak boleh berenang atau menyelam dihabitat duyung, lalu menceburkan anggota badan ke dalam air, memegang, memberi makan, mengganggu atau membuat gaduh, dan membuang sampah di pesisir pantai sepanjang perjalanan menuju habitat.

Selanjutnya, untuk mengamati dugong Durasi pengamatan di lokasi maksimal hanya 30 menit. Waktu kunjungan dimulai pukul 09:00 hingga 15:00 waktu setempat. Jumlah kunjungan maksimal 2 kali dalam satu minggu atau maksimal 16 orang perminggu serta beberapa peraturan tertulis lainnya.

IMG-20190804-WA0010

Namun, wisatawan masih diperbolehkan untuk merekam dan memasukan action camera_dengan tongkat ke dalam air saat Mawar mendekat ke perahu yang ditumpangi.

“Kalau berenang tidak boleh, Namun bila ingin berenang atau menyelam dengan Mawar harus izin dahulu keperluannya untuk apa dan ada persyaratan khusus yang harus dipenuhi. Dan harus tetap saya dampingi, sebab dugong ini sifatnya cepat tersinggung dan cepat marah bila merasa terganggu,” katanya.

Waktu terbaik melihat Mawar menurut One, di Akhir Bulan September hingga Awal Oktober. Karena angin laut sudah tidak kencang, dan air jernih.

One juga berpesan, Masyarakat Alor dan wisatawan yang datang untuk sama-sama menjaga kelestarian alam dengan segala isinya yang sudah diberikan Tuhan.

“Mari sama-sama jaga kelestarian alam. Baik di Alor atau ditempat lain di Indonesia. Agar anak cucu kita bisa ikut merasakan,” pungkas One. (*)

KOMENTAR