ARAH KITA | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE

Keamanan Indonesia Peringkat 9 Dunia

Jumat , 11 Januari 2019 | 16:48
Keamanan Indonesia Peringkat 9 Dunia
Foto: Dok Kemenpar

 

Indonesia berada di posisi ke-9 sebagai negara dengan tingkat ketertiban dan hukum tertinggi atau setingkat di atas Denmark dan setingkat di bawah Kanada. Adapun posisi puncak dipegang Singapura dengan skor 97, diikuti oleh Norwegia, Islandia dan Finlandia yang masing-masing berbagi skor sama 93.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengungkapkan hal tersebut ketika melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Tito Karnavian di Jakarta, belum lama ini. MoU tersebut berisi beberapa poin kesepakatan, antara lain kerja sama pertukaran data dan informasi di bidang pariwisata, pengamanan, dan penegakan hukum dari Polri di sektor pariwisata, serta kerja sama pengembangan sumber daya manusia (SDM) lintas lembaga.

Menpar juga mengungkapkan laporan Ampersand Travel (situs perjalanan di Inggris) yang merilis data Solo Women Traveler Index (Index tingkat keamanan traveling bagi perempuan) yang menempatkan Indonesia sebagai negara teraman ke-5 dari 70 negara setelah Jepang, Prancis, Spanyol, dan Amerika Serikat.

Arief Yahya mengapresiasi kinerja Polri dalam meningkatkan safety dan security Indonesia. Dalam sambutannya dia juga mengapresiasi cepatnya penanganan krisis oleh Polri serta penyajian informasi kepada masyarakat terkait keamanan di bidang pariwisata di Indonesia. Contohnya kejadian aksi teror Bom Thamrin, dalam waktu 5 jam pemerintah sudah bisa memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat internasional.

“Penanganan kejadian Bom Thamrin tanggal 14 Januari 2016 yang berlangsung cepat dan tepat memberikan impresi positif di dunia internasional, di antaranya Menpar yang mendapat pujian ketika cepat mengembalikan kepercayaan internasional untuk keamanan Indonesia saat ATF Manila tanggal 18-25 Januari 2016,” katanya.

Kapolri Tito Karnavian dalam sambutannya mengatakan, empat sektor yang menandatangani Nota Kesepahaman hari itu adalah sektor ESDM, finansial, pernukliran, dan pariwisata sebagai primadona di masa depan.

“Indonesia adalah negara yang sangat potensial pariwisatanya, terutama eco-destination dan top world destination untuk diving. Hawaii boleh hebat tapi tidak akan sehebat Bali. Wisata kuliner kita juga andal mulai dari rendang, gado-gado, rawon, kita semua punya. Sektor pariwisata ini investasinya termasuk yang paling murah dibanding sektor yang lain, tapi dampaknya besar. Revolusi digital 4.0 itu akan merubah semua, dengan digitalisasi ada kemungkinan memangkas jumlah tenaga kerja, tapi sektor pariwisata justru sebaliknya menyerap tenaga kerja yang banyak,” kata Kapolri.

Tito menjelaskan, di sisi lain pariwisata juga membutuhkan jaminan keamanan, dan di situlah Polri berperan. “Saya bersyukur, Indonesia termasuk negara paling aman nomor 9 di dunia. Polri juga memiliki elemen khusus yang disebut Polisi Pariwisata. Saya tekankan ke Kapolda boleh berkreasi dan saya bebaskan untuk berkreasi sesuai kearifan lokal masing-masing daerah sesuai dengan batas kewajaran,” ujarnya. (*)

Editor : Aurora
KOMENTAR