ARAH KITA | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE
Kemendes

Kisah Pembuatan Sagu di Distrik Werur

Rabu , 10 April 2019 | 22:42
Kisah Pembuatan Sagu di Distrik Werur
Foto: Dok Biro Komblik Kemenpar

ARAHDESTINASI.COM: Papua memang kaya keindahan, adat, budaya, dan kisah. Di antaranya tentang kaum pembuat sagu tradisional yang ada di Distrik Werur. Wisatawan yang datang bisa melihat langsung proses pembuatan sagu, mulai dari pencarian pohon rumbia, kemudian melewati proses demi proses, sebelum akhirnya menjadi hidangan menggiurkan.

Sagu merupakan makanan pokok khas Papua. Setelah melalui proses pembuatan yang cukup panjang, sagu bisa dimasak dalam berbagai variasi. Umumnya dibuat menjadi semacam bubur (papeda) dan dimakan dengan ikan kuah kuning. Namun, ada juga jenis masakan lain yang dibuat dari makanan pokok khas Papua ini.

Di Papua Barat, ada satu distrik yang sebagian besar penduduknya bekerja membuat sagu. Namanya Distrik Werur, sekitar 30 menit berjalan kaki dari Distrik Bikar. Jalan yang ditempuh selama 30 menit itu melewati area rawa, tanah basah, dan sungai kecil. Sangat indah!

PHOTO-2019-03-24-21-21-26

Di Desa Werur, wisatawan bisa melihat aktivitas warga yang sedang membuat sagu dengan bahan utama pohon rumbia. Pertama, batang pohon rumbia dikuliti, bagian dalamnya ditempa menggunakan kapak kayu hingga hancur dan membentuk serabut. Selanjutnya, serabut rumbia yang diperoleh dicampur dengan air dan diperas layaknya membuat santan.

Setelah itu, ada warga yang memeras bubuk bakal sagu tersebut di atas papan. Airnya mengalir melewati pipa kayu, lalu ditampung dalam wadah dan didiamkan beberapa hari. Nantinya, air tersebut akan menjadi sagu.

PHOTO-2019-03-24-21-21-19

Ada banyak cara untuk mengolah sagu. Selain dijadikan papeda, bubuk sagu kerap dimasukkan ke bilah-bilah bambu. Sagu itu dibalut dalam sayuran yang disebut sayur gedi yang rasanya seperti daun pepaya. Gedi dimasak dengan sagu tanpa bumbu apapun. Rasanya tawar, tapi tetap terasa segar. Umumnya gedi dan sagu disantap bersama singkong atau kasbi dan ayam hutan yang direbus dalam bilah kayu.

Menyantap sagu di alam Papua Barat membuat siapa saja terhanyut. Sagu dan alam Perasa menyatu, membuat orang yang merasakan pengalaman ini kembali bersyukur atas perpaduan antara kecantikan alam dan kekayaan kuliner di Papua Barat. (*)

 

Editor : Aurora
KOMENTAR