ARAH KITA | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE
Kemendes

Barapen, Kearifan Lokal Masyarakat Papua

Senin , 08 April 2019 | 22:52
Barapen, Kearifan Lokal Masyarakat Papua
Foto Utama: wikimedia.org / Foto pendukung: Dok Biro Komblik Kemenpar
POPULER

ARAHDESTINASI.COM: Barapen, merupakan salah satu kearifan lokal masyarakat Papua, khususnya di kawasan pegunungan. Tradisi itu dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus mempererat persaudaraan.

Apa itu Barapen? Barapen merupakan tradisi membakar makanan beramai-ramai dan kemudian disantap bersama. Butuh proses panjang untuk mempersiapkan pembakaran hingga makanan siap santap. Tahapannya mulai dari menggali lubang, memanaskan batu, hingga membakar bahan makanan.

PHOTO-2019-03-24-21-21-22

Proses terakhir saja membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat jam sampai makanan siap santap. Namun, selama proses itu berlangsung, komunikasi, kerja sama dan rasa persaudaraan kian erat terjalin. Mereka menutup tradisi Barapen dengan upacara makan bersama.

Proses
Pelaksanaan Barapen bisa menjadi atraksi wisata menarik. Wisatawan tidak hanya jadi penonton, tetapi juga bisa ikut terlibat aktif mempersiapkan dan membakar berbagai bahan makanan seperti jagung, ubi, sayur, hingga daging.

Bagaimana proses barapen dilaksanakan? Pertama, salah seorang penduduk akan menggali tanah, selanjutnya disebut kolam. Dalamnya kolam tergantung seberapa banyak makanan yang akan dibakar. Sambil menunggu, batu mulai dibakar di atas kayu bakar hingga merah membara.

Setelah kolam siap, di bagian dasar dialasi semacam alang-alang kemudian ditutup daun pisang , di atasnya ditata daging, kemudian ditutup lagi dengan daun pisang. Di atas daun pisang diletakan lagi batu membara, ditutup lagi dengan daun pisang, baru ditata jagung, umbi-umbian, dan sayuran. Seperti sebelumnya, di atas sayur dan umbi-umbian, ditutup daun dan ditindih dengan batu membara. Selanjutnya ditutup lagi dengan kayu bakar untuk menjaga panas di dalam bisa bertahan lama.

PHOTO-2019-03-24-21-21-17

Walaupun dimasak dengan cara yang berbeda, namun ternyata rasanya khas dan nikmat. Menariknya lagi, lemak daging yang dibakar bersama makanan lain hilang.

Barapen merupakan tradisi yang mengajarkan bagaimana cara menciptakan dan menguatkan kebersamaan antarsesama manusia. Dalam pelaksanaannya seluruh warga terlibat mulai dari proses persiapan, memasak, hingga upacara makan bersama.

Barapen merupakan tradisi tertua yang ada di Papua. Biasanya dilakukan ketika sanak saudara kembali pulang setelah lama merantau. Tradisi ini juga dilaksanakan ketika ada upacara kematian. (*)

Editor : Farida
KOMENTAR