ARAH KITA | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE
Kemendes

Keindahan Cendrawasih di Pedalaman Tambrauw

Minggu , 10 Maret 2019 | 22:02
Keindahan Cendrawasih di Pedalaman Tambrauw
Foto: Dok Biro Komblik Kemenpar

ARAHDESTINASI.COM: Kekayaan dan keindahan alam di Papua, tidak perlu lagi diragukan. Bukan hanya Raja Ampat yang sohor, tetapi salah satu pulau terbesar di Indonesia itu juga kaya hutan rimba, berikut berbagai fauna di dalamnya.

Jika datang ke Papua Barat, jangan lupa jelajahi Hutan Tambrauw yang terkenal indah, kaya, dan magis. Di Hutan Tambrauw bisa dilakukan beragam aktivitas, di antaranya yang disukai wisatawan adalah pengamatan aneka burung, khususnya Burung Cendrawasih yang indah, khas Papua. Papua Barat merupakan

PHOTO-2019-03-10-09-49-12

Jika ingin melakukan pengamatan, maka bagian Hutan Tambrauw yang masuk Distrik Miyah dan Sausapor, bisa jadi pilihan. Dua distrik itu memang memiliki fasilitas pengamatan Cendrawasih. Jika beruntung, wisatawan bisa menyaksikan polah Burung Cendrawasih dan keindahan ekornya. Siapa sangka, di Propinsi yang masih banyak memiliki desa tertinggal itu, menyimpan rangkaian mutiara alam yang begitu indah.

Mengamati Cendrawasih
Mengamati burung cenderawasih bakal menjadi pengalaman berharga. Wisatawan yang datang harus menyusuri jalan hutan selama kurang lebih 40 menit, setelah itu dilanjutkan dengan berjalan kaki memasuki Hutan Nonggou di Distrik Sausapor. Harga tiketnya Rp150.000 perorang, sedangkan jasa guide lokal Rp150.000 untuk 4 orang.

Pemandu akan mengajak memasuki jalan setapak yang sudah dibuat warga setempat. Jalan setapak itu dibuat dengan menyusun dahan pepohonan, sehingga membentuk undakan alami.
Panjang jalan yang ditempuh sekitar 300 meter dengan keadaan jalan menanjak, cukup curam, mencapai 45 derajat.

Ada satu lagi tempat pengamatan Burung Cendrawasih, yakni di Distrik Miyah. Tempat itu bisa ditempuh dengan waktu yang lebih singkat. Dari tempat parkir mobil hanya sekitar 100 meter dengan jalan yang cenderung landai. Untuk harga tiket, sama dengan harga tiket di Distrik Sausapor.

Bagi yang ingin melakukan pengamatan, sudah tersedia tempat pengintaian yang terbuat dari susunan pohon kering dan daun hijau menyerupai pohon liar. Di sela-sela daun itulah wisatawan bisa bersembunyi.

PHOTO-2019-03-09-15-23-37

Tips
1. Sebaiknya wisatawan datang pada pagi-pagi buta. Pada saat itu kemungkinan untuk melihat Cendrawasih jauh lebih banyak.
2. Jagalah ketenangan. Lakukan pengamatan dalam suasana hening. Keramaian akan membuat Cendrawasih enggan melintas, apalagi memperagakan keindagannya.
3. Berpakaianlah gelap agar membantu penyamaran dengan suasana sekitar hutan. Hitam, cokelat, hijau, sangat disarankan.
4. Jangan menggunakan wewangian. Burung Cendrawasih sangat peka. Bau yang tidak umum bisa membuat mereka justru menjauh.
5. Siapkan kesabaran. Pengamatan dalam suasana diam jelas butuh stamina dan keteguhan hati. Apalagi waktunya bisa panjang dalam hitungan jam.
6. Sebenarnya, tak perlu takut merasa jenuh, karena suara Burung Cendrawasih yang beragam dan indah, serta suara burung dan hewan lainnya menjadi simponi alam yang benar-benar menghibur.

Akses
Dari Jakarta menuju Manokwari, Ibu Kota Provinsi Papua Barat, bisa dicapai dengan pesawat udara dengan lama perjalanan sekitar 4 jam. Setelah itu, dilanjutkan dengan kendaraan menuju berbagai lokasi yang akan dicapai, termasuk tempat pengamatan Cendrawasih. Menyewa kendaraan adalah pilihan paling praktis.

Jalanan menuju hutan tempat pengamatan Cendrawasih di Distrik Miyah dan Sausapor, cukup jauh dan menantang, melewati belokan-belokan tajam dan jalan berbatu. Dibutuhkan persiapan fisik dan kondisi kendaraan yang prima. (*)

 

Editor : Aurora
KOMENTAR