ARAH KITA | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE

Jumlah Wisman ke Borobudur Kalah dibandingkan Angkor Wat

Rabu , 13 Februari 2019 | 20:06
Jumlah Wisman ke Borobudur Kalah dibandingkan Angkor Wat
Foto: pixabay.com
POPULER

ARAHDESTINASI.COM: Menteri Pariwisata Arief Yahya menyampaikan penilaian Wakil Presiden Yusuf Kalla yang menyebutkan bahwa bila dilihat dari jumlah kunjungan wisatawan asing, maka Candi Borobudur masih kalah dengan Angkor Wat di Kamboja. Padahal, kedua destinasi itu sama-sama masuk dalam situs warisan dunia UNESCO.

“Pak Wapres baru dari sana dan hapal bahwa jumlah kunjungan wisman ke Angkot Wat mencapai 2,5 juta pertahun, sedangkan yang ke Candi Borobudur baru 250 ribu per tahun,” papar Menpar usai rapat koordinasi pengembangan pariwisata di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Rabu seperti ditulis Antara.

Arief Yahya menjelaskan bahwa persoalan yang menyebabkan kondisi kunjungan wisatawan asing di Candi Borobudur kalah jauh dibandingkan Angkor Wat adalah ketiadaan bandara internasional yang dekat dengan destinasi wisata tersebut.

Oleh karena itu, peresmian New Yogyakarta International Airport (NYIA) pada April mendatang diharapkan dapat menjadi solusi untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisman ke Candi Borobudur dan tempat wisata lain di Jawa Tengah dan Yogyakarta. “Tadi ditanya Pak Wapres kapan kira-kira bandara yang baru diresmikan, kira-kira akan diresmikan April 2019," jelasnya.

Dengan adanya NYIA, maka menurut Arief, kunjungan wisatawan mancanegara ke Jawa Tengah dan Yogyakarta diprediksi bisa meningkat hingga 2 juta dalam waktu lima tahun. "Kalau Bandara (NYIA) itu ada, targetnya dua juta dalam waktu lima tahun, sebesar kunjungan wisman ke Angkor Wat," ujarnya.

Pada pertengahan Januari lalu, Wapres Jusuf Kalla mengunjungi Angkor Wat di Siem Reap, Kamboja dan menemukan angka kunjungan wisatawan asing yang cukup tinggi, yakni mencapai 2,5 juta orang per tahun.

"Turis-turis ini 2,5 juta di Siem Reap saja (dalam) setahun. Sehingga kita lihat Angkor Wat itu walaupun sedikit kecil, tapi penuh dengan turis, dibanding Borobudur contohnya," kata Wapres JK saat itu.

Oleh karena itu, Wapres meminta Menpar untuk meningkatkan promosi destinasi wisata di Tanah Air, khususnya untuk empat tempat, yakni Danau Toba (Sumatera Utara), Candi Borobudur (Jawa Tengah), Mandalika (Nusa Tenggara Barat), dan Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur). (*)

KOMENTAR