Sabtu, 13 April 2024

Ternyata, 7 dari 10 Keluarga Berwisata Dua Kali Setahun


  • Senin, 10 September 2018 | 14:27
  • | News
 Ternyata, 7 dari 10 Keluarga Berwisata Dua Kali Setahun Foto: pixabay.com

ARAHDESTINASI.COM: Survei Agoda bertajuk Family Travel Trends 2018 yang dilakukan YouGov menunjukkan, 18% wisatawan melakukan satu kali liburan keluarga dalam setahun. Sementara lebih dari 34% melakukan lima perjalanan keluarga pada periode yang sama. Survei itu juga mengungkapkan data bahwa tujuh dari 10 keluarga, setidaknya dua kali melakukan perjalanan wisata dalam satu tahun.

Survei Family Travel Trends 2018 dilakukan pada 19-25 Juni 2018. Sebanyak 10.784 responden diwawancarai secara online dan telah berlibur setidaknya sekali selama setahun terakhir. Negara asal para responden adalah UK (1.503), Amerika Serikat (642), Australia (883), Singapura (947), Malaysia (1.030), Filipina (1.031), Indonesia (1.082), Vietnam (1.032), Thailand (1.078), dan China (1.556). Definisi Asia adalah China, Filipina, Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam. Adapun definisi Barat adalah United Kingdom, Amerika Serikat, dan Australia.

Lebih Singkat tapi SeringLiburan keluarga sedang menjadi tren global. Namun rincian mengenai teman bepergian dan berapa lama liburan berlangsung, masih bervariasi di seluruh dunia. Secara global, durasi menginap paling populer adalah 4-7 malam. Di UK, wisata 4-7 malam dilakukan 41% keluarga selama setahun terakhir, sementara Thailand hanya 20%. Liburan lebih dari 14 malam dilakukan hampir sepertiga orang Thailand, namun hanya 11% orang Malaysia melakukannya. Vietnam, Malaysia, dan China umumnya hanya melakukan liburan 1-3 malam.

Lintas GenerasiSurvei tersebut mengungkapkan anggota keluarga yang ikut berlibur. Sebanyak 35% wisatawan ternyata berlibur bersama kakek neneknya. Wisatawan dari UK dan Australia tak banyak melakukan ini, masing-masing hanya 13% dan 20%. Orang Thailand (66%) dan Indonesia (54%) suka menyertakan kakek nenek dalam liburannya. Trend ini juga berarti orang Thailand dan Indonesia suka mengajak anggota selain keluarga mereka, seperti saudara, sepupu, paman, dan bibi ketika berlibur.

Wisatawan asal Amerika (22%), British (23%), Australia (26%), dan China (27%) selama setahun terakhir bepergian bersama teman-teman. Sementara hampir setengah wisatawan dari Filipina (48%), 43% dari Vietnam dan 40% dari Malaysia memilih bepergian bersama kawan-kawannya.

Hotel jadi PilihanSecara internasional maupun lokal, banyak orang menggunakan agen perjalanan online (OTA) untuk booking liburan keluarga dalam 12 bulan terakhir. Riset ini juga menunjukkan, hotel masih menjadi akomodasi pilihan saat liburan bersama keluarga, diikuti rumah-rumah yang disewakan (holiday homes), B&B, dan resor. Biaya, keamanan, dan aktivitas adalah pertimbangan utama bagi mereka yang merencanakan liburan bersama keluarga, ketimbang wisatawan yang berwisata tanpa keluarga atau sendirian.

“Tren liburan keluarga berkembang cepat. Kebutuhan para wisatawan pun unik dan bermacam-macam. Setiap keluarga memiliki permintaan yang berbeda. Sebab itulah kami bangga bisa menyediakan bermacam pilihan akomodasi, mulai dari hotel, holiday homes, hingga kastil, sesuai anggaran masing-masing. Keluarga kini bisa menggunakan filter Agoda yang bisa disesuaikan untuk mencari tempat dengan pengawas anak (babysitting) atau klub anak, fasilitas tambahan seperti dapur atau kamar bersebelahan (adjoining room). Sehingga, seluruh pengalaman booking dan bepergiaan bisa lebih asyik,” papar John Brown, CEO, Agoda.

Kualitas BersamaJam kerja yang panjang serta berbagai aktivitas lain yang menyita waktu, membuat keluarga sulit menghabiskan waktu bersama setiap harinya. Tidak mengherankan jika hal yang paling ditunggu adalah saat liburan bersama (68%), kemudian diikuti kebutuhan relaksasi (66%) dan mencoba hal baru (46%).

Keluarga British (48%) dan Singapura (46%) tercatat paling gemar berpetualang saat liburan bersama. Mereka gemar menjelajah budaya baru dan menjadikannya sebagai pengalaman liburan keluarga. Sementara turis China dan Thailand, masing-masing 29%, kurang begitu suka mengeksplorasi budaya baru saat bepergian sekeluarga.

Kekhawatiran terbesarRiset ini juga mengungkap kekhawatiran terbesar para wisatawan secara global saat liburan keluarga. Kekhawatiran terbesar adalah sakit (36%), kualitas akomodasi (21%) dan perbedaan pendapat antara anggota keluarga (16%). Wisatawan British nampaknya paling santai saat liburan bersama. Sebanyak 27% mengaku tak mengkhawatirkan apapun.

Fakta tentang Indonesia1. Sebanyak 81% orang Indonesia bepergian bersama keluarga inti selama setahun terakhir, 31% bersama keluarga besar, 54% bersama kakek-nenek atau cucu.2. Rata-rata orang Indonesia melakukan lima liburan keluarga selama setahun terakhir.3. Durasi liburan keluarga paling populer di antara orang Indonesia adalah 1-3 malam.4. Wisatawan Indonesia ingin menghabiskan waktu berkualitas bersama keluarga (68%), relaksasi (52%), dan mencoba hal baru (49%) ketika liburan keluarga.5. Tiga kekhawatiran utama orang Indonesia saat liburan keluarga adalah sakit (47%), kualitas akomodasi (19%), dan perbedaan pendapat dengan anggota keluarga lain (13%). (*)

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru