Sabtu, 20 Juli 2024

Menparekraf Proyeksikan Dampak Ekonomi KTT AIS Forum 2023 Capai US$ 2 juta


  • Kamis, 12 Oktober 2023 | 14:19
  • | News
 Menparekraf Proyeksikan Dampak Ekonomi KTT AIS Forum 2023 Capai US$ 2 juta Foto: Dok Kemenparekraf

ARAHDESTINASI.COM: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno memperkirakan peningkatan perputaran uang sebagai dampak dari penyelenggaraan event MICE KTT AIS Forum 2023 di Bali bisa mencapai 1,5 juta hingga 2 juta dolar AS. Perkiraan itu dihitung dari rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara perkunjungan sebesar 1.500 dolar AS.

"Dampaknya dipastikan sangat signifikan, utamanya dapat dilihat dari tingkat hunian hotel di Nusa Dua dan sekitarnya yang meningkat," ujar Sandiaga dalam jumpa pers "AIS Forum 2023,” ujar Sandiaga dalam jumpa pers Selasa (10/10) di Bali Nusa Dua Conference Center (BNDCC).

Menparekraf mengatakan, untuk angka pasti dampak dari forum yang berlangsung 10 hingga 11 Oktober akan dihitung lebih lanjut. Namun, sebagai perkiraan, Sandiaga memproyeksikan angkanya bisa mencapai US$ 1,5 juta sampai US$ 2 juta. Hal itu dikalkulasi dari perkiraan jumlah rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara perkunjungan sebesar US$ 1.500.

"Dalam event MICE ini yang terlibat lebih dari 50 negara dan diperkirakan total ada 1.000 peserta, dampaknya bisa sangat signifikan," jelasnya.

Tidak hanya akomodasi, Menparekraf meyakini dampaknya jugamengalir ke pelaku UMKM. Ia menyebut salah seorang pejabat tinggi dari Papua Nugini berbelanja produk ekonomi kreatif karya seniman Bali berupa lukisan seharga US$ 15 ribu.

"Ini menunjukkan kualitas (spending) wisatawan MICE tinggi, sehingga bisa memberikan dampak signifikan terhadap ekonomi lokal," katanya.

Lebih jauh Menparekraf mengatakan AIS Forum 2023 juga membuka keran investasi pariwisata tanah air khususnya untuk pariwisata berkelanjutan. Secara global, investasi yang dibutuhkan dalam menunjang pariwisata berkelanjutan sekitar US$ 100 miliar, sementara Indonesia menargetkan nilai investasi di pariwisata berkelanjutan antara US$6 miliar sampai US$8 miliar. "Namun lebih dari itu semua, yang ingin kita dorong dari Forum Negara Pulau dan Kepulauan ini adalah terwujudnya blue economy dan kesiapan sektor pariwisata dalam menghadapi ancaman perubahan iklim," tegas Sandiaga.

Turut hadir mendampingi Menparekraf Sandiaga, Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf/Baparekraf, Rizki Handayani; serta Kepala Biro Komunikasi Kemenparekraf/Baparekraf, I Gusti Ayu Dewi Hendriyani. ***

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru