Sabtu, 13 April 2024

Perjalanan Internasional Asia Pasifik Naik 64% dibandingkan 2021


  • Rabu, 08 Juni 2022 | 14:38
  • | News
 Perjalanan Internasional Asia Pasifik Naik 64% dibandingkan 2021 Foto ilustrasi: pixabay.com

ARAHDESTINASI.COM: Pariwisata dunia pada 2022 mengalami pertumbuhan menggembirakan usai jatuh karena pandemi selama kurang lebih dua tahun. Organisasi Pariwisata Dunia (UNWTO) melansir kenaikkan persentase kedatangan internasional di Asia Pasifik Q1 2022 sebesar 64% dibandingkan dengan periode yang sama 2021. Meski demikian, persentasi tersebut masih 93% di bawah angka 2019.

Data UNWTO menunjukkan Amerika dan Eropa memimpin pemulihan pariwisata, meski persentase kuartal pertama masih di bawah 2019. Dalam laman resminya UNWTO menyebutkan bahwa secara keseluruhan terjadi peningkatan perjalanan internasional sebesar 182% dibandingkan dengan kuartal pertama 2021. Data itu menunjukkan pemulihan cepat menyambut 117 perjalanan internasional pada 2022.

 Selama kuartal pertama 2022, Eropa membukukan kedatangan internasional eempat kali lipat (+280%) dibandingkan dengan kuartal pertama tahun 2021. Di Amerika, kedatangan lebih dari dua kali lipat (+117%) dalam tiga bulan yang sama. Namun, kedatangan di Eropa dan Amerika masing-masing masih 43% dan 46% di bawah 2019.

Disebutkan pula Timur Tengahmengalami pertumbuhan 132% dan Afrika 96% dibandingkan dengan lkuartal pertama 2021. Meski demikian, kenaikkan tersebut masih di bawah pertumbuhan periode yang sama pada 2019.

Meskipun pariwisata internasional tetap 61% di bawah level 2019, pemulihan bertahap diperkirakan akan berlanjut sepanjang 2022, karena lebih banyak destinasi yang melonggarkan atau mencabut pembatasan perjalanan. Per 2 Juni, 45 destinasi (31 di antaranya berada di Eropa) tidak akan memberlakukan pembatasan terkait COVID-19. Di Asia pun semakin banyak destinasi yang mulai melonggarkan pembatasan tersebut.

Tantangan dan ProspekMeski demikian, saat ini dunia tengah dihantui tantangan ekonomi akibat perang Rusia dan Ukraina. Perang tersebut menyebabkan dampak ekonomi secara global, sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi pemulihan pariwisata dunia. Terjadi inflasi, dan harga bahan bakar menjadi lebih tinggi, sehingga biaya transportasi atau perjalanan wisata dan bisnis jadi ikut terdampak.

Survei Panel Pakar UNWTO menunjukkan, sebagian besar profesional pariwisata (83%) melihat prospek yang lebih baik untuk 2022 dibandingkan dengan 2021 dengan catatan, virus Covid-19 bisa dikendalikan dan banyak destinasi atau negara yang melonggarkan penutupan wilayah.

Namun, penutupan yang sedang berlangsung di beberapa pasar keluar utama, sebagian besar ada di Asia dan Pasifik ditambah ketidakpastian konflik Rusia-Ukraina, dapat menunda atau memerlambat pemulihan pariwisata internasional.

Sekitar 48% pakar di panel UNWTO melihat potensi kembalinya kedatangan internasional ke tingkat 2019 pada tahun 2023. Sedangkan 44% meyakini baru akan menyamai 2019 pada tahun 2024. (*)

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru