Jumat, 12 April 2024

Srobong Gobang, Kearifan Lokal dalam Festival


 Srobong Gobang, Kearifan Lokal dalam  Festival Foto: Istimewa

ARAHDESTINASI.COM: Pagi itu, Desa Tlilir, Kecamatan Tlogomulyo, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah terlihat semarak. Mereka tengah menggelar ritual adat Merti Dusun yang dikemas dalam tajuk Srobong Gobang, Jumat (18/3).

Tradisi yang sempat terhenti karena pandemi Covid-19 itu selalu menarik perhatian. Sebagai ucapan syukur, para warga membuat jamuan makan berupa ingkung lengkap dengan lauk pauk beserta buah-buahan segar hasil bumi untuk kemudian dimakan bersama warga desa lainnya di makam leluhur mereka.

Umumnya, setiap ingkung yang dibawa oleh warga desa itu berupa nasi putih, nasi kuning, ayam panggang atau goreng, ada tempe dan kerupuk. “Untuk ayam yang disajikan adalah ayam jantan atau Jago,” ungkap Amin, salah satu warga Desa Tlilir ditemui dikediamannya hari ini Jum’at (18/03/2022).

IMG-20220321-WA0005

Fatkhur Rohman, Kepala Desa Tlilir menginformasikan, seiring perkembangan zaman, Merti Dusun dikemas dalam bentuk karnaval budaya bernama Srobong Gobang. Kemasan festival sudah berlangsung sejak tahun 2015. Menjadi event yang dinikmati warga dan banyak menarik perhatian wisatawan.

Masing-masing warga dusun dari Desa Tlilir saling unjuk kesenian, menjadi yang terbaik di panggung dengan latar belakang Gunung Sumbing yang memesona.

Dalam event Srobong Gobang, bisa ditemui banyak kearifan lokal. Di antaranya dalam bentuk ritual jamasan. “Jamasan adalah prosesi mencuci gobang atau alat pertanian yang akan digunakan dari tanam hingga memanen mbako (tembakau). Sebelum di jamas, seluruh warga mengiringi dengan do”a agar dari masa tanam hingga panen tembakau hasilnya akan lebih baik dan harganya pun melangit, sehingga para warga merasakan dampak positifnya,” Terang Kades.

Di tempat terpisah Saltiyono Atmaji, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Temanggung menjelaskan, event Srobong Gobang, dan event kesenian lainnya termasuk pawai/karnaval memang rutin dilaksanakan setiap tahun di Desa Tlilir. Terakhir event ini terselenggara di tahun 2019 kemudian berhenti sejak adanya pandemi Covid-19 di tahun 2020 dan 2021.

“Hanya saja, belum semua event budaya kesenian desa masuk ke dalam calender of event kabupaten. Karena cakupannya masih tingkat dusun atau desa,” terang Saltiyono.

Secara potensi tambahnya, event seperti ini dapat menjadi daya tarik wisata asal dikemas secara menarik tanpa mengurangi substansi ritual budaya atau kearifan lokal. Masyarakat Kabupaten Temanggung ini Masyarakatnya kaya akan kreativitas khususnya di bidang seni budaya.

“Bupati Temanggung dalam sambutannya di pasar Papringan menyatakan, Kabupaten Temanggung adalah kota festival. Temanggung sendiri kaya akan kreativitas, bisa mendukung pengembangan industri pariwisata. Di sini ada lebih dari 1.500 kelompok kesenian terdiri dari kuda lumping, warok, kubra siswa, wayang, ketoprak dan lainnya,” pungkas Saltiyono.

Berdasarkan rekap data kunjungan obyek wisata empat tahun terakhir dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Kabupaten Temanggung pada tahun 2018 mendapat kunjungan wisata sebesar 566.853 wisatawan, kemudian tahun 2019 meningkat menjadi 708.536 wisatawan, tahun 2000 turun menjadi 223.765 dan tahun 2021 meningkat lagi 227.558. (*)

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Indonesia Terbaru