ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | SCHOLAE

Berperahu di Belantara Jakarta

Rabu , 14 Maret 2018 | 13:21
Berperahu di Belantara Jakarta
Berperahu di belantara Jakarta/Foto: dok arahdestinasi
POPULER

KE kota tua bukan cuma bisa menikmati museum, kuliner, dan suasana di Taman Fatahillah saja. Coba jalan lebih jauh sedikit atau naik bajaj menuju Pelabuhan Sunda Kelapa. Di tempat itu, deretan kapal di pagi dan sore hari jadi pemandangan menarik. Mulai dari matahari terbit, tenggelam, sampai melihat aktivitas bongkar muat barang.

Kalau datang ke Pelabuhan Sunda Kelapa, dekati pembatas tempat sandar kapal. Di situ ada perahu-perahu motor kecil, menyelip di antara badan-badan kapal besar. Biasanya pengemudi perahu sudah langsung menawarkan jalan-jalan keliling pelabuhan dengan perahu motor. Jangan menolak, karena itu bisa jadi pengalaman menyenangkan. Tarifnya Rp50 ribu untuk perahu motor kapasitas lima orang.

Setelah melompati pagar pembatas, maka petualangan pun dimulai. Perahu bergerak lincah di antara celah badan kapal besar, sebelum berlayar bebas dengan pemandangan gedung-gedung tinggi Jakarta serta kapal-kapal sandar di sisi lainnya. Tanpa diminta pengemudi akan bercerita tentang perkampungan yang dilewati, bahkan terkadang menawarkan untuk naik ke kapal-kapal besar.

Jangan heran jika sesekali berpapasan dengan kapal motor lain yang berisi turis asing. Bisa jadi mereka baru saja berkeliling singkat atau pulang dari pulau-pulau terdekat seperti Pulau harapan yang sedang populer itu. Pengemudi perahu berkisah, memang banyak turis yang berangkat ke pulau-pulau terdekat dengan menyewa perahu motor nelayan dari Pelabuhan Sunda Kelapa.

Usai berkeliling, bisa kembali ke titik awal Pelabuhan Sunda Kelapa, atau memilih jalur lain, turun di perkampungan dan berjalan melewati Museum Bahari yang belum lama ini terbakar. Dari Pelabuhan Sunda Kelapa, bisa dilanjutkan ke Taman Fatahillah, menikmati suasana pagi atau malam, sembari menyesap kopi atau memesan makanan berat. Coba deh nikmati pengalaman berbeda di Jakarta.(*)

Editor : Farida
KOMENTAR