ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | SCHOLAE

Ada Desa Wisata Edelweiss di Pasuruan dan Probolonggo

Rabu , 07 November 2018 | 08:17
Ada Desa Wisata Edelweiss di Pasuruan dan Probolonggo
Foto: wartabromo.com
POPULER

ARAHDESTINASI.COM: Ada Desa Wisata Edelweiss di Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Probolinggo. Dua desa wisata binaan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) itu rencananya akan diresmikan 10 November 2018.

Dua desa wisata tersebut adalah Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan dan Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Masyarakat dua desa itu telah lama berbenah dan mempersiapkan budidaya tanaman edelweiss yang kerap membuat wisatawan dan para pecinta alam terpesona. Desa Edelweiss Wonokitri punya kurang lebih setengah hektare kebun edelweiss, sedangkan Desa Ngadisari punya satu hektare.

Masyarakat mendapatkan bibit edelweiss dari BB-TNBTS masing-masing sebanyak 5.600 bibit. Pengembangan Desa Wisata Edelweiss telah dilakukan sejak 2014 dan baru rampung, serta siap diresmikan pada tahun ini melalui gelaran Festival Land of Edelweiss

Bunga yang ditanam di Desa Wisata Edelweiss sudah masuk dalam kategori generasi kedua (F2), dan memiliki izin penangkaran dari Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur, dan nantinya akan dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Edelweiss yang memiliki nama latin Anaphalis spp tersebut memiliki tiga jenis yang berbeda, yakni anaphalis Visida, anaphalis Longifolia, dan anaphalis javanica yang telah ditetapkan sebagai tanaman yang dilindungi.

Bunga tersebut banyak tumbuh di kawasan TNBTS dan di luar kawasan yang memiliki topografi serta kontur yang sesuai. Dalam pengembangan Desa Wisata Edelweiss tersebut, BB-TNBTS mengakomodir dua peluang lain di luar sektor ekonomi, yakni konservasi edelweiss di luar habitat aslinya dan mempertahankan budaya lokal masyarakat Tengger dalam melaksanakan upacara adat.

"Dari sisi ekonomi, masyarakat akan bisa memperoleh manfaat ekonomi dari wisatawan melalui budi daya edelweiss di dua desa tersebut," kata Kepala BB TNBTS John Kenedie seperti dilansir Antara.

John menjelaskan Desa Wisata Edelweiss tersebut akan ditetapkan melalui Peraturan Bupati. Setelah itu, akan diterbitkan peraturan dari kepala desa yang mengatur tentang besaran tarif bagi wisatawan yang akan berkunjung di lokasi itu.

Kepala Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Ikhsan mengatakan bahwa dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, Desa Wonokitri masih mengandalkan produksi pertanian untuk sayur-sayuran. Namun, seiring berkembangnya sektor pariwisata, sudah banyak masyarakat yang juga menerjuni sektor pariwisata. (*)

Editor : Aurora
KOMENTAR