ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | SCHOLAE

Dua Air Terjun di Sumba Barat ini Dijamin Mempesona

Kamis , 01 November 2018 | 20:28
Dua Air Terjun di Sumba Barat ini Dijamin Mempesona
Foto: IG: @lintangrowe
POPULER

ARAHDESTINASI.COM: Sumba Barat memiliki banyak variasi destinasi wisata, tidak hanya perkampungan adat yang menawan. Kabupaten itu juga memiliki sebagian wilayah Taman Nasional Manupeu Tanah Daru yang dua air terjunnya menjadi favorit turis lokal dan mancanegara.

Air Terjun Lepopu dan Mata Yangu kerap jadi sasaran hiking wisatawan. Dua air terjun itu relatif mudah dijangkau, terutama Lepopu. Wisatawan yang datang harus lapor diri dan membayar retribusi sebesar Rp5.000 untuk turis lokal dan Rp150 ribu untuk turis asing. Pihak taman nasional akan meminta wisatawan menggunakan pemandu lokal. Biayanya Rp30 ribu untuk ke Lepopu dan Rp150 ribu ke Mata Yangu. Maklum, Mata Yangu lebih jauh dibandingkan dengan Lepopu yang hanya butuh waktu sekitar 15 hingga 20 menit berjalan kaki.

Untuk mencapai Air Terjun Lepopu, harus melewati jalanan setapak yang medannya relatif tidak berat, cenderung mendatar dan sedikit menanjak. Hanya saja, di tengajh perjalanan harus melewati titian jembatan bambu. Dari jembatan, air terjun sudah mulai nampak, mengucur deras membentuk kolam dengan air jernih kehijauan. Air Terjun Lepopu memiliki ketinggian sekitar 80 meter.

Jika ingin ke Mata Yangu, persiapkan fisik lebih matang. Perjalanan lebih jauh, sekitar 1 jam hingga 1,5 jam masuk ke dalam hutan. Namun jangan khawatir, rasa lelah langsung terbayar melihat keindahan air terjun tinggi dan berundak yang mengucurkan air jernih.

TN Manupeu Tanah Daru memiliki luas 879,8 km². Masuk dalam tiga wilayah kabupaten di Kepulauan Sumba, yakni Kabupaten Sumba Timur, Sumba Tengah, dan Sumba Barat. Namun, akses masuk menuju Lepopu dan Mata Yangu paling dekat dari pintu masuk Sumba Barat. Posisi itu menguntungkan bagi kabupaten yang kaya potensi wisata namun masih masuk kategori daerah tertinggal itu. (*)

 

Editor : Aurora
KOMENTAR