ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | SCHOLAE

Apa yang Bisa Dilakukan di Pattaya

Kamis , 12 April 2018 | 16:41
Apa yang Bisa Dilakukan di Pattaya
Sanctuary of truth / Foto: dok pribadi
POPULER

TERKADANG, kita tidak punya banyak waktu menelusuri satu destinasi wisata. Entah karena itu hanya persinggahan atau memang karena diburu waktu sebelum harus kembali ke rutinitas kerja.

Jika Anda ke Bangkok dan hanya punya sedikit waktu, maka kota lanjutan yang paling memungkinkan dijangkau adalah Pattaya. Lalu, jika hanya punya waktu satu hari di Pattaya, apa yang harus dikunjungi? Kegiatan apa yang bisa dilakukan? Pasti bingung, karena Pattaya memiliki banyak objek wisata menarik. Tapi barangkali tiga objek wisata dan dua kegiatan yang saya lakukan bersama dua teman ini bisa mewakili keinginan tersebut.

Pattaya Floating Market
Semacam pasar terapung luas, tapi sudah ditata menjadi objek wisata. Menyenangkan berjalan-jalan di dalam areal ini. Deretan toko suvenir dan penjual makanan Thailand mulai dari yang halal sampai tidak halal, mulai dari yang normal, sampai tidak normal seperti kalajengking, kecoa, kelabang goreng, dan sebagainya, semua ada.

Jajanan dan makanan khas Thailand juga dijajakan di perahu-perahu yang berjajar di pinggir sungai. Sesekali lewat perahu bermuatan wisatawan. Terkadang lewat juga perahu hiburan yang memainkan musik tradisional Thailand dengan personel yang menggunakan pakaian tradisional. Kami menikmati jalan-jalan di Pattaya Floating Market.

Sanctuary of Truth
Tempat ini wajib dikunjungi. Sanctuary of Truth merupakan kuil yang menempati taman luas dan asri. Tapi kelebihannya terletak pada arsitektur kuil yang memiliki tinggi 105 meter dan semuanya dari kayu dengan ukiran rumit dan megah. Begitu memandangi kuil, rasa takjub langsung menyeruak. Pembangunan kuil sudah dimulai sejak 20 tahun lalu dan sampai sekarang masih dalam proses pengerjaan. Kok lama? Kalau sempat singgah ke tempat ini, pasti langsung memahami, mengapa butuh waktu begitu lama. Ukirannya menutupi semua bangunan dan sangat detail.

Butuh waktu lebih dari 1 jam buat kami untuk menjelajahi bagian dalam dan memutari bagian depan bangunan. Selama itu, tak henti mengagumi detail bangunan yang kaya dengan makna filsafat timur. The Sanctuary of Truth diciptakan oleh jutawan Thailand Khun Lek Viriyaphant, yang sangat tertarik untuk melestarikan budaya dan sejarah Thailand.

Seklain menikmati bangunan yang luar biasa, pengunjung bisa mencoba pengalaman naik gajah berkeliling areal taman yang luas. Atau sekadar duduk di restoran, menikmati keindahan taman dan bangunan yang terletak di tepi pantai itu.

Pantai Pattaya
Ini juga wajib didatangi, biar kita tahu banyak pantai Indonesia yang lebih indah. Loh…loh. Tapi itulah yang muncul pada kesan pertama melihat pantai Pattaya. Tapi tetap menyenangkan karena pagi itu kita bisa melihat kehidupan masyarakat Pattaya. Maklum letak pantainya tepat di tepi jalan besar, Setelah berjalan-jalan menikmati pantai, kami memutuskan mencari makan. Tidak perlu pergi jauh, karena di seberang jalan ada motor yang sudah dimodifikasi menjadi semacam warteg berjalan. Jadilah kami menyambangi, memilih lauk, dan makan sembari menikmati pagi di salah satu jalanan Pattaya. Rasanya enak, cuma sebaiknya tanya terlebih dahulu apakah halal atau tidak. Harganya supermurah (tergantung pilihan lauk) tapi rata-rata satu piring Rp10 ribu.

Pijat ala Thailand
Sudah sampai ke Thailand, sayang kalau tidak mencoba pijat ala Thailand. Jangan khawatir, banyak tempat pijat di Pattaya yang bersih alias benar-benar menawarkan pijat, tidak pakai plus-plus. Karena badan sudah pegal-pegal setelah melakukan perjalanan di Bangkok dan sekitarnya selama tiga hari, maka saya menyerah pada godaan pijat. Begitu meletakkan tas di hotel, tujuan utama ke tempat pijat yang lokasinya kebetulan tidak jauh dari hotel. Pilihan yang rasanya tepat. Di akhir sesi pijat, badan, tangan, kaki, ditekuk-tekuk dengan posisi yang menurut saya sih tidak normal, tapi rasanya sungguh enak, dan membuat badan jadi ringan. Harga pijatnya tidak beda jauh dengan Jakarta, Rp100 ribu untuk 1 jam.

Nonton Cabaret Show
Cabaret show jadi atraksi ikon di beberapa kota di Thailand, termasuk Pattaya. Itu pertunjukkan musik dari tari yang dilakukan waria-waria cantik Thailand. Maka, kami memutuskan untuk mengeluarkan uang lebih menonton kabaret. Cukup menghibur, dan takjub melihat kecantikan dan keluwesan para waria.

NOTE: Pattaya menawarkan banyak pilihan transportasi, mulai dari tuktuk, sewa motor, sampai sewa kendaraan. Kami memilih menerima tawaran sewa kendaraan pribadi yang ada di dekat hotel. Biayanya supermurah, sampai-sampai tidak tega mau menawar lagi. Mendatangi dua tempat Sanctuary of Truth dan Nong Nooch Village dari pagi sampai sore cuma sekitar 150 ribu. Itu pun masih dibagi tiga dengan dua teman seperjalanan.

 

Kontributor
Lintang Rowe: Penikmat traveling/travel writer.
Follow IG: @lintangrowe

Editor : Aurora
KOMENTAR